Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq ML Dengan Gadis SMA Yang Tertidur Pulas

CERITA DEWASA ML Dengan Gadis SMA Yang Tertidur Pulas – Perkenalkan namaku Mike, aku adalah seorang pegawai disalah satu perusahaan swasta di Jakarta, Umurku sekitar 29 tahun. Aku kost di daerah Slipi, letak kamarku kebetulan bersebelahan dengan kamar seorang gadis SMA yang manis dan menggemasakan. Dia bernama Nela, Nela ini mempunyai tubuh yang mungil, putih dan mulus tanpa ada lecet sedikitpun. Di dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin Fentilasi, tepatnya lubang Fentilasi itu menghubungkan antara kamarku dengan kamar Nela. Semula lubang Fentilasi itu sudah kututup dengan kertas, bertujuan agar tidak ada debu atau nyamuk yang masuk, berhubung Nela kost di sebelah kamarku, maka kertas itu aku lepas, sehingga aku dapat dengan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar Nela itu. Hehe . Kali aja aku bisa mendapat pemandangan indah dari kamar Nela.

Awal mula cerita Sex ku ini berawal dari Keisenganganku ketika aku berada di kamar kos. Pada suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata Nela itu baru pulang dari sekolah, tapi yang membuat saya heran kenapa sampai larut malam begini dia pulang dari sekolah (tanyaku dalam hati ). Ketika itu Nela sedang menaruh tas, Kemudian dia mencopot sepatunya. Kemudian setelah itu Nela beranjak mengambil segelas air putih dan meminumnya. Setelah selesai minum dia duduk di kursi, tiba-tiba ketika duduk, Nela mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku mengintip.

Ketika itu Nela sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan, maka dari itu aku dapat dengan leluasa melihat ke dalam kamarnya. Masih pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, aku dapat melihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih dengan gundukan kecil di tengahnya. Ketika melihat itu dengan Otomatis , tiba- tiba penisku yang berada dalam celanaku mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya itu, apalagi ketika Nela bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya, kini terlihatlah Nela yang hanya memakai BH dan celana dalam saja.

Dalam posisinya yang memakai BH dan CD dia bercermin sebentar memperhatikan tubuhnya yang ramping dan putih mulus itu. Setelah bercermin tangan Nela mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil tapi kencang. Kemudian mulai diusap payudaranya dengan lembut, dipuntir-puntirnya dengan pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, disusul dengan tangan satunya yang meluncur ke arah celana dalamnya, mulai digosoknya dengan perlahan Vagina Nela dengan jari-jarinya itu. Dia memainkan jari-jari di vaginanya yang masih tertutup celana dlam itu cukup lama.

Ketika melihat itu tubuhku pun mulai bergetar, sedangkan penisku sudah sangat tegang sekali. Tak lama kulihat Nela mulai melepaskan celana dalamnya. Astaga… ternyata sangat indah sekali Vagina Nela, terlihat sangat bersih dan belum ada bulunya sama sekali. Beranjaklah Nela naik ke tempat tidur dengan posisi menelungkup dan di mulai menggoyangkan pantatnya layaknya seperti sedang bersetubuh. Nela menggoyang pantatnya ke kiri, kanan, naik dan turun, rupanya dia sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Nela bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur dengan desahan-desahan kecilnya.

Akupun merasa kasihan melihat Nela yang sedang terangsang berat itu, suara nafasnya yang ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatannya. Kemudian Nela beranjak mengambil sebuah timun kecil, setelah mendapatkan Timun itu, dibasahilah dengan ludahnya lalu pelan-pelan Timun itu dimasukan ke lubang vaginanya, begitu Timun itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem-melek dan erangan nafasnya makin memburu,

“ Ssss….Ahh… ouhhh… ahhh… ” desah Nela yang mulai merasakan nikmat,

Lalu dicopotnya Timun itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam vaginanya. Pertama, jari itu masuk sampai sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam lagi, dia melenguh,

“ Ouhhh… Ssss… ahhhh… ” desah Nela lagi,

Aku merasa heran dengan Nela, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat rupanya, lalu dia melihat sekelilingnya untuk mencari sesuatu, aku yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi. Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya Melihat vagina si Nela yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Nela rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh,

“ Ssss… Ahh… ahh… ahhh…. ”, rupanya dia telah mencapai kenikmatannya,

Singkat cerita setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal- sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apam yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis, dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalam posisi menegang. Kuambil sedikit Hand Body lalu kuoleskan pada kepala penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dengan cukup lama. Karena aku sudah sangat Horny sekali, Tidak lama mulai kurasakan denyutan-denyutan pada Batang Penisku, tak lama kemudian ….

“ Ahhhh… Ouhhhh… Ssss… Ahhhh… Crottt… Crottt… Crottt… ” desah pelanku, dan keluarlah air maniku menyembur kencang ke tembok sambil mataku tetap menatap pada vagina Nela yang masih telentang di tempat tidurnya.

Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Nela yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capek dan lelah. Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol.

Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku ada Nela yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya. Mulailah aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Nela yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.

Ketika melihat Nela yang tertidur pulas, tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura- pura duduk di luar kamar sambil menghisap sebatang rokok. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintunya. Dengan pelan dan hati-hati aku mulai masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam.

Lalu kuhampiri tempat tidurnya, kemudian aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajah Nela yang mungil itu, Astaga… Nela memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna Merah sangat jelas terbayang di hadapanku. Melihat itu penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu. Setelah aku yakin bahwa Nela benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu.

Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan membuat penisku mengejat- ngejat dan mengangguk- ngangguk. Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Nela bangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Nela benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana dalamnya dan Melihat vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apam yang ujungnya ditempeli sebuah kacang. Benar-benar aku merinding dan gemetar melihat itu. Kini mulailah kumainkan jariku pada pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunya pun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya makin ereksi berat,

“ Ssss… ahhhh… “aku mendesah lembut.,

Betapa indahnya kau Nela, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung hanya untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika Nela bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang tidur pulas. Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini Nela benar-benar telanjang bulat. Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas.

Aku benar-benar sudah tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Nela ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol klitorisnya yang indah itu. Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja ku ulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama- kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair. Nikmat sekali air itu, aroma yang khas membuatku mabuk kepayang, penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Nela terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah sangat besar sekali.

Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Nela masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang sudah basah. Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Nela, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Nela.

Tapi sayang sekali Nela tertidur pulas, andai kata Nela dapat merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya itu, tapi walaupun Nela saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis, nikmat yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti. Walaupun dia tertidur pulas nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tersebut sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.

Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, lalu pada clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan,

“ Zleebbb… slupppp… Ahhhh… ”, masuklah kepala penisku yang gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala penisku sudah masuk ke dalam vagina Nela yang hangat nikmat itu.

Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, Nela masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat,

“ Eghhh… Ssss… Ahhhh…. Sss… Ouhhh… ”, desahnya mulai terdengar seperti orang ngigau,

Kemudian kucabut lagi penisku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, Ohhh… betapa nikmatnya, betapa enak dan betapa kesetnya lubang Vaginamu sayang ( ucap dalam hatiku ).Gerakanku kuhentikan sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit, Sungguh betapa sempurnanya tubuhmu Nela. Apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu. Lalu kembali kutekan agak dalam lagi penisku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya,

“ Zlebbb… Sss… Ahhh.. ouhhh… ” desah nikmatku,

Sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai vagina seenak dan segurih milik Nela ini. Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Nela agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa Nela pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya. Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk semua ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang diberikan oleh vagina Nela ini.

Aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang. Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh… Nela, tak akan kutinggalkan kamu. Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan Nela ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku dalam- dalam. Aakh, sumur Nela memang bukan main, walaupun lubang vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa. Lama-kelamaan, ketika penisku benar-benar kuhunjamkan habis dalam- dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari batang kemaluanku,

“ Sss… Ahhh… Ouhhh…” desah nikmatku,

Kemudian mulai kupercepat gerakanku pinggulku naik turun dengan Full Power, tidak lama kemudian ….

“ Crottt… Crottt… Crottt… Ssss… Aaaaaaahhhh…. “ akhirnya tersemburlah air maniku membanjiri vagina Nela yang sempit dan nikmat itu,

Terkulai lemaslah aku setelah menikmti Vagina Nela yang nikmat itu. Kemudian segera kucabut penisku itu, karena aku takut jika Nela terbangun. Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya.

Kemudian setelah itu akupun tertidur dengan pulasnya.

Singkat cerita keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap-siap berangkat ke kantor. Ketika aku ingin berangkat ke kantor tiba-tiba aku melihat Nela yang tersenyum kepadaku. Tanpa bicara apapun kemudian dia pergi begitu saja. Entah apa maksud dari senyuman Nela itu. Dengan senyuman Nela itu aku sempat berfikir apakah dia semalam tahu kalau aku menyetubuhinya ( ucapku dalam hati ), tapi itu tidak kufikirkan terlalu lama, misalkan dia tahupun aku tidak masalah, karena aku sudah siap dengan segala resikonya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *