Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Menodai Gadis Polos Hingga Menjadi Pecandu Seks

Cerita Dewasa Menodai Gadis Polos Hingga Menjadi Pecandu Seks – Ini terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu saat umurku 21 tahun. Waktu itu aku setahun tinggal disebuah komplek perumahan yang berada di jakarta. Saat itu aku bekerja disebuah koperasi dekat komplek. Masalah wanita kehidupanku tidak pernah kosong. Kehidupanku selalu dihiasi oleh banyak wanita yang cantik dan seksi-seksi. Aku juga selalu meniduri wanita yang menjadi kekasihku, karena aku selalu ngaceng kalau melihat wanita cantik dan semok. Begitu juga dengan kalau aku melihat kekasihku berpakaian seksi, aku langsung saja mengajaknya untuk berhubungan seks.

Sebagai lelaki aku sangat beruntung sekali dengan kehidupan Seks ku yang tak pernah kosong. Nah waktu itu aku baru aja putus dengan kekasihku karena aku sudah bosan dengan Vaginanya yang semakin lama aku rasakan makin gak enak. Sesudah putus sekarang aku ingin merasakan sensasi ngentot gadis perawan dan disinilah aku disebut sebagai lelaki yang beruntung. Ketika aku pulang dari kerja aku melihat seorang gadis muda sedang menyapu lantai rumahnya, Sekejap aku berpikiran kalau inilah targetku selanjutnya. Waktu itu aku melihat gadis itu sedang menyapu dengan menggunakan tank top ketat dan celana pendek yang juga ketat. Dari luar tank topnya aku melihat payudara yang sangat padat dan berisi. Ukurannya lumayan besar sekitar 36B, kulihat sekujur kakinya sangat putih mulus sampai dipahanya gak ada belang sama sekali. Sungguh birahiku langsung naik.

Akal bulusku pun langsung keluar, karena rumah gadis itu gak jauh dari rumahku maka akupun sudah mengetahui seluk beluknya bagaimana. Namanya Gina, saat itu Gina kelas 1 SMA didekat komplek. Gina termasuk gadis yang lugu, namun dia sering memakai pakaian yang sangat seksi. Aku sengaja setiap sore pulang tepat jam seperti kemaren aku melihat Gina sedang nyapu. Fillingku pun tepat, setiap pulang aku selau tepat dengan Gina, dan aku pun menggodanya dengan memberikan siulan kepada Gina. Gina pun yang mengetahui kalau aku yang menyiulinya pun membalas dengan senyumannya yang manis. Begitu seterusnya hingga aku akrab dengannya.

Suatu sore saat aku sedang libur kerja, aku melihat Gina dengan kebiasaanya setiap sore. Sore itu Gina menggunakan pakaian yang sangat seksi sekali, sehingga menonjolkan bentuk tubuhnya yang sangat indah. Dengan sangat nafsu aku tatap dia dari balik pagar dan dia pun membalasnya dan tanpa aku sangka-sangka Gina menuju ke pintu pagar rumah aku, dan dalam hati aku bertanya mungkin dia akan marah karena aku selalu menatapnya, tetapi hal tersebut tidak terjadi, dia malah tersenyum manis sambil duduk di kursi depan pagar rumah aku yang membuat nafsu aku semakin tinggi karena dengan leluasa aku dapat memandangi tubuh Gina dan yang lebih mengasikan lagi ia duduk dengan menyilangkan pahannya yang membuat sebagian roknya tersingkap disaat angin meniup dengan lembutnya namun ia diam dan membiarkan saja.

Dengan penuh nafsu dan penasaran ingin melihat tubuh Gina dari dekat maka aku dekati dia dan bertannya “Duduk sendirian nih boleh aku temanin,” dengan terkejut Gina membalikan wajahnya dan berkata “eh…… boleh.” Aku langsung duduk tepat di sampingnya dikarenakan kursi tersebut hanya pas untuk 2 orang. Dan untuk mengurangi kebisuan aku bertanya pada Gina “Biasanya bertiga, temennya mana..?”, dengan terbata-bata Gina berkata “Gi.. gini kak, mereka i.. itu bukan temen aku tetapi kakak dan sepupu aku.” aku langsung malu sekali dan berkata “Sorry.” kemudian Gina menjelaskan bahwa kakak dan sepupunnya lagi ke salah satu mal. Gina mulai terlihat santai tetapi aku semakin tegang jantungku semakin berdetak dengan kerasnya dikarenakan dengan dekatnya aku dapat memandangi paha mulus Gina ditambah lagi dua bukit kembarnya tersembul dari balik tank topnya apabila dia salah posisi.

Diam-diam aku mencuri pandang untuk melihatnya namun dia mulai menyadarinya tetapi malah kedua bukit kembarnya tersebut tambah diperlihatkannya ke aku yang membuat aku semakin salah tingkah dan tanpa sengaja aku menyentuh pahanya yang putih tanpa ditutupi oleh rok mininya karena tertiup angin yang membuat Gina terkejut dan Gina pun tidak marah sama sekali sehingga tangan aku semakin penasaran dan aku dekapkan tangan aku ke pahanya dan dia pun tidak marah pula dan kebetulan pada saat itu langit pun semakin gelap sehingga aku gunakan dengan baik dengan perlahan-lahan tangan kiri aku yang berada di atas pahanya aku pindahkan ke pinggangnya dan meraba-raba perutnya sambil hidungku aku dekatkan ke telingannya yang membuat Gina kegelian karena semburan nafasku yang sangat bernafsu dan mata ku tak berkedip melihat kedua bukit kembarnya yang berukuran sedang dibalik tank topnya.

Tanpa aku sadari tangan kiri aku telah menyusup kedalam tank top yang ia gunakan menuju kepunggungnya dan disana aku menemukan sebuah kain yang sangat ketat yang merupakan tali BH nya dan dengan sigapnya tangan aku membuka ikatan BH yang dikenakan Gina yang membuat tangan aku semakin leluasa ber gerilya dipunggunya dan perlahan- lahan menyusup kebukit kembarnya serta tangan kanan aku membuka ikatan tali BH Gina yang berada di lehernya dan dengan leluasa aku menarik BH Gina tersebut keluar dari tank topnya karena pada saat itu Gina mengggunakan BH yang biasa digunakan bule pada saat berjemur.

Setelah aku membuka BHnya kini dengan leluasa tangan aku meraba, memijit dan memelintir bukit kembarnya yang membuat Gina kegelian dan terlihat pentil bukit kembarnya telah membesar dan berwarna merah dan tanpa ia sadari ia berkata “Terusss.. nikmattttt.. kakkk……….. aaahh.. aaaahhhh….” Dan itu membuat aku semakin bernafsu, kemudian tangan aku pindahkan ke pinggangnya kembali dan mulai memasukannnya ke dalam rok mini yang ia kenakan dengan terlebih dahulu menurunkan resleting yang berada dibelakang roknya, kemudian tangan aku masukan kedalam rok dan celana dalamnya dan meremas-remas bokongnya yang padat dan berisi dan ternyata Gina memakai celana dalam model G string sehingga membuat aku berpikir anak SMA kayak dia kok sudah menggunakan G string tetapi itu membuat pikiranku selama ini terjawab bahwa Gina selama ini menggunakan G string sehingga tidak terlihat adanya garis celana dalam.

Beberapa menit berlalu terdengar suara Gina “Aaahh.. terusss kak… terusss.. nikmattttt.. aaahh.. aaahhhh…” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Gina pada saat aku menyentuh dan memasukan jari tengan aku ke dalam memeknya yang belum ditumbuhi bulu-bulu tersebut dari belakang dan aku pun makin menggencangkan seranganku dengan mengocok memeknya dengan cepat. Tiba-tiba pecahlah rintihan nafsu keluar dari mulut Gina. “Ouuhhh.. kaaak.. terus.. aaahhh.. ahhhhhhhhh.. ahhhhhhhhhhhhhh..” Gina mengalami orgasme untuk yang pertama kali.

Setelah Gina mengalami orgasme aku langsung tersentak mendengar suara beduk magrib dan aku menghentikan seranganku dan membisikan kata-kata ke telinga Gina “Udah dulu ya..” dengan sangat kecewa Gina membuka matanya dan terlihat adanya kekecewaan akibat birahinya telah sampai dikepala dan aku menyuruhnya pulang sambil berkata “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi,” ia langsut menyahut “Ya kak sekarang aja tanggung nih, lihat memek aku udah basah..” sambil ia memegang memeknya yang membuat aku berpikir anak ini tinggi juga nafsunya dan aku memberinya pengertian dan kemudian ia pulang dengan penuh kekecewaan tanpa merapikan tank top dan roknya yang resletingnya masih belum dinaikan namun tidak membuat rok mininya turun karena ukuran pinggangnya yang besar, tetapi ada yang lebih parah ia lupa mengambil BH nya yang aku lepas tadi sehingga terlihat bukit kembarnya bergoyang-goyang dan secara samar-samar terlihat puting gunung kembarnya yang telah membesar dan berwarna merah dari balik tank topnya yang pastinya akan membuat setiap orang yang berpapasan dengannya akan menatapnya dengan tajam penuh tanda tanya.

Setelah aku sampai di rumah aku langsug mencium BH Gina yang ia lupa, yang membuat aku semakin teropsesi dengan bentuk gunung kembarnya dan dapat aku bayangkan dari bentuk BH tersebut. Sejak kejadian sore itu, lamunanku semakin berani dengan menghayalkan nikmatnya bersetubuh dengan Gina namun kesempatan itu tak kunjung datang dan yang mengherankan lagi Gina tidak pernah berjalan-jalan sore lagi dan hal tersebut telah berlangsung selama 1 minggu sejak kejadian itu, yang membuat aku bertanya apakah dia malu atau marah atas kejadian itu, sampai suatu hari tepatnya pada hari jumat pagi dan pada saat itu aku libur, cuaca sangat gelap sekali dan akan turun hujan, aku semakin BT maka kebiasaan aku yang dulu mulai aku lakukan dengan menonton film porno, tapi aku sangat bosan dengan kaset tersebut.

Hujan pun turun dengan derasnya dan untuk menghilangkan rasa malas dan bosan aku melangkah menuju keteras rumah aku untuk mengambil koran pagi, tapi setibanya didepan kaca jendela aku tersentak melihat seorang anak SMA sedang berteduh, ia sangat kedinginan dikarenakan bajunya basah semuanya yang membuat seluruh punggungya terlihat termasuk tali BH yang ia kenakan. Perlahan-lahan nafsuku mulai naik dan aku perhatikan anak tersebut yang kayaknya aku kenal dan ternyata benar anak tersebut adalah Gina, dan aku berpikir mungkin dia kehujanan saat berangkat sekolah sehingga bajunya basah semua. Kemudian aku mengatur siasat dengan kembali ke ruang tengah dan aku melihat film porno masih nyala, maka aku pun punya ide dengan mengulang dari awal film tersebut dan akupun kembali ke ruang tamu dan membuka pintu yang membuat Gina terkejut.

Pada saat Gina terkejut kemudian aku bertanya pada dia “Loh Gina ngak kesekolah nih?” dengan malu- malu Gina menjawab “Ujan kak..” aku langsung bertannya lagi “Ngak apa-apa terlambat.” “Ngak apa-apa kak karena hari ini ngak ada ulangan umum lagi.” Gina menjawab dan aku langsung bertannya “Jadi ngak apa-apa ya ngak ke sekolah?”. “Ia kak”, Gina menjawab dan dalam hati aku langsung berpikir bahwa selama ini Gina tidak pernah kelihatan karena ia belajar untuk ulangan umum, dan inilah kesempatan yang aku tunggu- tunggu dan aku langsung menawarinya untuk masuk kedalam dan tanpa malu-malu karena udah kedingin dia langsung masuk kedalam ruang tamu dan langsung duduk dan pada saat itu aku memperhatikan gunung kembarnya yang samar- samat tertutupi BH yang terlihat dari balik seragam sekolahnya yang telah basah sehingga terlihat agak transparan.

Melihat Gina yang kedinginan, maka aku menawari dia untuk mengeringkan badannya di dalam dan dia pun setuju dan aku menunjukan sebuah kamar di ruang tengah dan aku memberi tahu dia bahwa di sana ada handuk dan baju seadanya. Dengan cepat Gina menuju ke ruang tengah yang disana terdapat TV dan sedang aku putar film porno, hal tersebut membuat aku senang, karena Gina telah masuk kedalam jebakanku dan berdasarkan perkiraan aku bahwa Gina tidak akan mengganti baju tetapi akan berhenti untuk menonton film tersebut.

Setelah beberapa lama aku menunggu ternyata Gina tidak kembali juga dan akupun menuju keruang tengah dan seperti dugaanku Gina menonton film tersebut dengan tangan kanan di dalam roknya sambil mengocok memeknya dan tangan kiri memegang bukit kembarnya. Aku memperhatikan dengan seksama seluruh tingkah lakunya dan perlahan-lahan aku mengambil handycam dan merekam seluruh aktivits memegang dan mengocok memek dan bukit kembarnya yang ia lakukan sendiri dan rekaman ini akan aku gunakan untuk mengancamnya jika ia bertingkah.

Setelah merasa puas aku merekamnya. Aku menyimpan alat tersebut kemudian aku dekati Gina dari belakang. Aku berbisik ke telinga Gina, enak ya, Gina langsung kaget dan buru- buru melepaskan tangannya dari memek dan bukit kembarnya, aku langsung menangkap tangannya dan berbisik lagi “Teruskan saja, aku akan membantumu.” kemudian aku duduk dibelakang Gina dan menyuruh Gina untuk duduk di pangkuanku yang saat itu penisku telah menegang dan aku rasa Gina menyadari adanya benda tumpul dari balik celana yang aku kenakan.

Dengan perlahan-lahan, tanganku aku lingkarkan keatas bukit kembarnya dan ciumanku yang menggelora mencium leher putih Gina, tangan kananku membuka kancing baju Gina satu demi satu sampai terlihat bukit kembarnya yang masih ditutupi BH yang bentuknya sama pada saat kejadian yang sore lalu. Gina sesekali menggelinjat pada saat aku menyentuh dan meremas bukit kembarnya namun hal tersebut belum cukup, maka aku buka sebagian kancing baju seragam yang basah yang digunakan Gina kemudian tangan kiri aku masuk ke dalam rok Gina dan memainkan bukit kecilnya yang telah basah dan pada saat itu rok yang ia gunakan aku naikan ke perutnya dengan paksa sehingga terlihat dengan jelas G string yang ia gunakan. Aku langsung merebahkan badannya diatas karpet sambil mencium bibir dan telinganya dengan penuh nafsu dan secara perlahan-lahan ciuman tersebut aku alihkan ke leher mulusnya dan menyusup ke kedua gunung kembarnya yang masih tertutup BH yang membuat Gina makin terangsang dan tanpa dia sadari dari mulutnya mengeluarkan desahan yang sangat keras.

“Aaaaahhhhh terussssssss kaakkk…….. terusssssss…. nikmattttttt….. aaaahh…. aaahhhhhhhhhhh……. isap terus kak.. Aaaahhhh…….. mmmhhhhhhh…. kak…” Setelah lama mengisap bukit kembarnya yang membuat pentil bukit kembarnya membesar dan berwarna merah muda, perlahan- lahan ciuman aku alihkan ke perutnya yang masih rata dan sangat mulus membuat Gina tambah kenikmatan. “Aaaahh uuuhhh…. uuhh…. aaaah…. uuuhh…. aaaaahh”, Mendengar desahan Gina aku makin tambah bernafsu untuk mencium memeknya, namun kegiatanku di perut Gina belum selesai dan aku hanya menggunakan tangan kiri aku untuk memainkan memeknya terutama klitorisnya yang kemudian dengan menggunakan ketiga jari tangan kiri aku, aku berusaha untuk memasukan kedalam memek Gina, namun ketiga jari aku tersebut tidak pas dengan ukuran memeknya sehingga aku mencoba menggunakan dua jari tetapi itupun sia-sia yang membuat aku berpikir sempit juga memek anak ini, tetapi setelah aku menggunakan satu jari barulah dapat masuk kedalam memeknya, itupun dengan susah payah karena sempitnya memek Gina.

Dengan perlahan-lahan kumaju mundurkan jari ku tersebut yang membuat Gina mendesah. “Aaaawww…” jerit Gina. “Aaah… tekan kak.. enaaaakkkkk…terusssss kak…” Sampai beberapa menit kemudian Gina mendesah dengan panjang. “Aaaahh ooohhhh…, uuuhh…, aaaahhh…, uuuuhhh…, aaaaahh”, yang membuat Gina terkulai lemah dan aku rasa ada cairan kental yang menyempor ke jari aku dan aku menyadari bahwa Gina baru saja merasakan orgasme yang sangat nikmat. Aku tarik tangan aku dari memeknya dan aku meletakan tangan aku tersebut dihidungnya agar Gina dapat mencium bau cairan cintanya.

Setelah beberapa saat aku melihat Gina mulai merasa segar kembali dan kemudian aku menyuruh dia untuk mengikuti gerakan seperti yang ada di film porno yang aku putar yaitu menari striptis, namun Gina tampak malu tetapi dia kemudian bersedia dan mulai menari layaknya penari striptis sungguhan. Perlahan-lahan Gina menanggalkan baju yang ia kenakan dan tersisa hanyalah BH seksinya, kemudian disusul rok sekolahnya yang melingkar diperutnya sehingga hanya terlihat G string yang ia kenakan dan aku menyuruhnya menuju ke sofa dan meminta dia untuk melakukan posisi doggy, Gina pun menurutinya dan dia pun bertumpuh dengan kedua lutut dan telapak tangannya.

Dengan melihat Gina pada posisi demikian aku langsung menarik G string yang ia kenakan ke arah perutnya yang membuat belahan memeknya yang telah basah terbentuk dari balik G string nya, dan akupun mengisap memeknya dari balik G string nya dan perlahan-lahan aku turunkan G string nya dengan cepat sehingga G string yang Gina kenakan berada di kedua paha mulusnya, sehingga dengan leluasa dan penuh semangat aku menjilat, meniup, memelintir klitorisnya dengan mulut aku. “Aduh, kak…! Pelan-pelan dong..!” katanya sambil mendesis kesakitan Gina menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan hanya bertumpuh dengan menggunakan kedua lututnya. Aku terus menjilati bibir memeknya, klitorisnya, bahkan jariku kugunakan untuk membuka lubang sanggamanya dan kujilati dinding memeknya dengan cepat yang membuat Gina mendesah dengan panjang.

“Uuuuhhh…, aaahh…, uuuuhh…, ooohh”. “Heemm…, eeemmhh…, aaaah…, uuuuhh…,ooohh…, aaaahh”. “Kaakk…, uuuuhh…” Gina menggeliat- geliat liar sambil memegangi pinggir sofa. “Aaaahhh… mmmhhh… kaaakkk…” demikian desahannya. Aku terus beroperasi di memeknya. Lidahku semakin intensif menjilati liang kemaluan Gina. Sekali-sekali kutusukkan jariku ke dalam memeknya, membuat Gina tersentak. Kugesek-gesekkan sekali lagi jariku dengan memeknya sambil memasukkan lidahku ke dalam lubangnya. Kugerakkan lidahku di dalam sana dengan liar, sehingga Gina semakin tidak karuan menggeliat.

Setelah cukup puas memainkan vaginanya dengan lidahku dan aku dapat merasakan vaginanya yang teramat basah oleh lendirnya aku pun membuka BH yang dikenakan Gina begitupun dengan G string yang masih melingkar dipahanya dan aku menyuruh di untuk duduk di sofa sambil menyuruh dia membuka celana yang aku gunakan, tetapi Gina masih malu untuk melakukannya, sehingga aku mengambil keputusan yaitu dengan menuntun tangannya masuk ke balik celana aku dan menyuruh dia memegang penis aku yang telah menegang dari tadi.

Setelah memegang penis aku, dengan sigapnya seluruh celana aku di turunkannya tanpa malu-malu lagi oleh Gina yang membuat penis aku yang agak besar untuk ukuran orang indonesia tersembul keluar yang membuat mata Gina melotot memandang sambil memegangnya, dan aku meminta Gina mengisap penis aku dan dengan malu-malu pula ia mengisap dan mengulum penis aku, namun penisku hanya dapat masuk setengah dimulut Gina dan akupun memaksakan untuk masik lebih dalam lagi sampai menyentuh tenggorokannya dan itu membuat Gina hampir muntah, kemudian ia mulai menjilatinya dengan pelan- pelan lalu mengulum-ngulumnya sambil mengocok-ngocoknya, dihisap- hisapnya sembari matanya menatap ke wajahku, aku sampai merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara itu.

Cepat-cepat tangan kananku meremas bukit kembarnya, kuremas-remas sambil ia terus mengisap-isap penisku yang telah menegang semakin menegang lagi. Kemudian aku menyuruh Gina mengurut penisku dengan menggunakan bukit kembarnya yang masih berukuran sedang itu yang membuat bukit kembar Gina semakin kencang dan membesar. Dan menunjukan warna yang semakin merah. Setelah puas, aku rebahkan tubuh Gina di sofa dan aku mengambil bantal sofa dan meletakkan dibawah bokong Gina dan aku buka kedua selangkangan Gina yang membuat memeknya yang telah membesar dan belum ditumbuhi bulu-bulu halus itu merekah sehingga terlihat klitorisnya yang telah membesar. Batang penisku yang telah tegang dan keras, siap menyodok lubang senggamanya.

Dalam hati aku membatin, “Ini dia saatnya… lo bakal habis,Gina..!” mulai pelan-pelan aku memasukkan penisku ke liang memeknya yang mulai basah, namun sangat sulit sekali, beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati aku angkat kedua kaki Gina yang panjang itu kebahu aku, dan barulah aku bisa memasukan kepala penis aku, dan hanya ujung penisku saja yang dapat masuk pada bagian permukaan memek Gina. “Aduhhhhhh Kakk.. Aaaawwwwhh… aaahhh… sakit kak…” jerit Gina dan terlihat Gina menggigit bibir bawahnya dan matanya terlihat berkaca-kaca karena kesakitan. Aku lalu menarik penisku kembali dan dengan hati2 aku dorong untuk mencoba memasukannya kembali namun itupun sia-sia karena masih rapatnya memek Gina walaupun telah basah oleh lendirnya.

Dan setelah beberapa kali aku coba akhirnya sekali hentak maka sebagian penis aku masuk juga. Sesaat kemudian aku benar-benar telah menembus dinding keperawanan Gina sambil teriring suara jeritan kecil. “Oooohhh….. saaa… kiiiit…. Sekkkallliii…. Kaaaakkkk….”, dan aku maju mundurkan penis aku kedalam memek Gina “Jleeebb, jleeeb..!” jleeb! jleeeb! “Uuuuuh…, ooohhhh…, uuuuhhh…, aaahhhh…”, ia mengerang. “Aaaawwwhh…” jerit Gina. “Kaakkk Aaaahh…, matt.., maatt.., .ii… aku…” Mendengar erangan tersebut aku lalu berhenti dan membiarkan memek Gina terbiasa dengan benda asing yang baru saja masuk dan aku merasa penis aku di urut dan di isap oleh memek Gina, namun aku tetap diam saja sambil mengisap bibir mungilnya dan membisikan “Tenang sayang nanti juga hilang sakitnya, dan kamu akan terbiasa dan merasa enakan.” Sebelum Gina sadar dengan apa yang terjadi, aku menyodokkan kembali penisku ke dalam memek Gina dengan cepat namun karena masih sempit dan dangkalnya nya memek Gina maka penisku hanya dapat masuk sejauh 9cm saja, sehingga dia berteriak kesakitan ketika aku paksa lebih dalam lagi.

“Uuuuhh…, aaahh…, uuuuhh…, ooohh”. “Heemm…, eemmh…, aaah…, uuuuhh…, ooohh…, emmhh”. “Kaakkk…,sakkkitt…… uuhh…, Kak…,sakitttt……….. aaaahh”. “Sakit sekali………… Kaaakk…, aaahh…, oooohh…” “Gina tahan ya sayang”. Untuk menambah daya nikmat aku meminta Gina menurunkan kedua kakinya ke atas pinggulku sehingga jepitan memeknya terhadap penisku semakin kuat.. Nyaman dan hangat sekali memeknya..! Kukocok keluar masuk penisku tanpa ampun, sehingga setiap tarikan masuk dan tarikan keluar penisku membuat Gina merasakan sakit pada memeknya. Rintihan kesakitannya semakin menambah nafsuku. Setiap kali penisku bergesek dengan kehangatan alat senggamanya membuatku merasa nikmat tidak terkatakan.

Kemudian aku meraih kedua gunung kembar yang berguncang-guncang di dadanya dan meremas-remas daging kenyal padat tersebut dengan kuat dan kencang, sehingga Gina menjerit setinggi langit. Akupun langsung melumat bibir Gina membuat tubuh Gina semakin menegang. “Kaakkk…., ooouuuhh…, aaaaahh…, uuuhh…, aku…, au…, mau…, aaah…, ahh…, aah…, aah…, uuuh…, uuuhh”, tubuh Gina menggelinjang hebat, seluruh anggota badannya bergetar dan mengencang, mulutnya mengerang, pinggulnya naik turun dengan cepat dan tangannya menjambak rambutku dan mencakar tanganku, namun tidak ku pedulikan. Untunglah dia tidak memiliki kuku yang panjang..! Kemudian Gina memeluk tubuhku dengan erat. Gina telah mengalami orgasme untuk yang kesekian kalinya.

“Aaaaaww…, oooohh…, sseessshh…, aaaaahh”, desahnya lagi. “Aaaawwwhh…, aahh…, sshh…, terus kak, terruuss…, oohh” “Oohh…, ooww…, ooww…, uuhh…, aahh… “, rintihnya lemas menahan nikmat ketika hampir seluruh penisku masuk kedalam memeknya dan menyentuh rahimmnya. “Aaaahh…, aaaahh…, Ooohh…” dan, “Crroottt…, croott.., crooott…, croooootttt”, air maninya keluar. “Uuuuuhh… ooooh… aduh.. aduh… aduhh.. uuuhh… terus.. terus.. cepat… cepat aduhhh..!” Sementara nafas saya seolah memburunya, “Aaahh… aaahhh… uuuhh..” “Uuuuhhh… oooohhh…. aduh… aduh… cepat.. cepat Kaakk… aduh..!” “Aaahh.. oooh… uuuuh… aaaahhh..” “Aaaahh… aku mau keluar… oooohh… yeees,” dan… “Crot… croott… crooooootttt…” “Aaawww… sakit… ooohhh… yeeaah… terus… aaahhh… masukkin yang dalam Kaaakkk ooohhh… aku mau keluar… terus… aahhh… enak benar, aku… nggak tahaaan… aaaahhh…”

Setelah Gina orgasme aku semakin bernafsu memompa penisku kedalam memeknya, aku tidak menyadari lagi bahwa cewek yang aku nikmati ini masih gadis sekolah. Gina pun semakin lemas dan hanya pasrah memeknya aku sodok. Sementara itu … aku dengarkan lirih … suara Gina menahan sakit karena tekanan penisku kedalam liang memeknya yang semakin dalam menembus rahimnya. Aku pun semakin cepat untuk mengayunkan pinggulku maju mundur demi tercapainya kepuasan. Kira-kira 12 menit aku melakukan gerakan itu.

Tiba-tiba aku merasakan denyutan yang semakin keras untuk menarik penisku lebih dalam lagi, dan.. “Terus.., Kak.., terus.. kan..! Ayo.., teruskan… sedikit lagi.., ayo..!” kudengar pintanya dengan suara yang kecil sambil mengikuti gerakan pinggulku yang semakin menjadi. Dan tidak lama kemudian badan kami berdua menegang sesaat, lalu.., “Crroot….crottt….Croootttt..!” terasa spermaku mencair dan keluar memenuhi memek Gina, kami pun lemas dengan keringat yang semakin membasah di badan.

Aku langsung memeluk Gina dan membisikan “Kamu hebat sayang, apa kamu puas..?” diapun tersenyum puas, kemudian aku menarik penis aku dari memeknya sehingga sebagian cairan sperma yang aku tumpahkan di dalam memeknya keluar bersama darah keperawanannya, yang membuat nafsuku naik kembali, dan akupun memompa memek Gina kembali dan ini aku lakukan sampai sore hari dan memek Gina mulai terbiasa dan telah dapat mengimbagi seluruh gerakanku dan akupun mengajarinya beberapa gaya dalam bercinta. Sambil menanyakan beberapa hal kepadanya “Kok anak SMA kaya kamu udah mengenakan G string dan BH seksi” Gina pun menjelaskannya “bahwa ia diajar oleh kakak dan sepupunya” bahkan katanya ia memiliki daster tembus pandang. Mendengar cerita Gina aku langsung berfikir adiknya saja udah hebat gimana kakak dan sepupunya, pasti hebat juga.

Kapan-kapan aku akan menikmatinya juga. Setelah kejadian itu saya dan Gina sering melakukan Seks di rumah saya dan di rumahnya ketika ortu dan kakaknya pergi, yang biasanya kami lakukan di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, meja kerja, meja makan, dapur., halaman belakang rumah dengan berbagai macam gaya dan sampai sekarang, apabila saya udah horny tinggal telepon sama dia dan begitupun dengan dia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *