Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Lepas Perawan Untuk Om-Om Ganteng

Cerita Dewasa Lepas Perawan Untuk Om-Om Ganteng – Mahasiswi baru bernama Devi ini jatuh cinta pada om-om lajang berusia 36 tahun yang tidak lain adalah teman tantenya ketika dia berlibur kerumah tantenya. Suatu ketika dia diajak pergi keluar sama Om-om itu, dan Devi pun rela memberikan keperawananya karena dia sudah terlanjur terpesona oleh Om-Om ganteng itu.

Kelulusan telah datang kini aku sudah tidak lagi menjadi anak SMA. Aku harus melanjutkan pendidikanku kembali. Ternyata setelah lulus dari sekolah itu banyak sekali hal yang harus dipikirkan. Aku mendaftar menjadi mahasiswa di salah satu universitas ternama di kota ku. Pengumuman penerimaan itu lama sekali masih satu sampai dua bulan lagi.

Jenuh setiap hari di rumah saja aku memutuskan untuk pergi berlibur ke rumah tanteku. Panggil saja aku Devi usiaku 18 tahun aku gadis muda yang berparas cantik. Badanku kecil mungil rambutku panjang dan berkulit putih. Diusia yang rentan ini aku belum memiliki seorang pacar. Aku masih jomblo sampai saat ini.

Pengen sih punya pacar tetapi belum ada yang pas di hati. Kembali ke liburanku di tempat tante. Disana aku diajak pergi setiap hari sama tanteku. Kuliner setiap hari karena itu hobiku, kebetulan tanteku nggak punya anak cewek. Jadi setiap kali aku datang kesana tante seneng sekali. Aku diperlakukan seperti anaknya sendiri dibeliin baju dibeliin sepatu hmm senang deh berlibur disini.

Tanteku juga suka sekali pergi ke salon merawat wajah dan rambut. Lah semua hobiku ada pada tanteku. Jadi dia sehati kalau sama aku udah pas dan cocok deh.

Liburan kali ini aku mendapat kenalan seorang pria yang jauh lebih tua dari usiaku. Aku dan pria ini terpaut 18 tahun dengannya. Dia adalah teman kerja tanteku namanya Om Leo. Dia berusia 36 tahun seorang pengusaha. Dia belum pernah menikah masih perjaka namun sudah berusia. Entah apa yang ada dipikiranku sejak pertama kali bertemu dengannya aku seperti terhipnotis.

Tanteku janjian dengan beliau di sebuah cafe untuk membahas tentang pekerjaan. Aku ikut pertemuan itu kenalan dengan pria tua yang wajarnya menjadi bapakku. Aku berjabat tangan dengan dia, aku merasakan ada sesuatu ketika menatap wajahnya. Waktu dia ngobrol sama tanteku pandangan pria ini juga terus melihatku. Dia tidak focus dengan tanteku, karena aku dan dia saling berpandangan.

Waktu tante ijin sebentar ke kamar mandi aku sempat ngobrol dengan om Leo. Dia meminta no HP aku, ya aku kasih nomor HP ku. Apa salahnya berteman dengan dia toh dia juga masih lajang. Penampilannya yang rapi membuat om Leo tidak terlihat tua saat itu. Orangnya cool seperti pekerja kantoran gitu terlihat dewasa sekali wajahnya.

Yang membuat aku terpesona pertama kali ketika melihat wajahnya yang ganteng. Namun aku melihat ada sedikit uban di rambutnya. Itu tak menyurutkan niatku aku masih tetap terhipnotis dengan om Leo. Setelah selesai pertemuan dengan tante , om Leo pun pamit pulang. Aku dan tante juga pulang ke rumah. Belum juga sampai rumah dia sudah chatting aku lwat Whatapps aku.

Aku tidak bercerita dengan tanteku, setiap hari setelah pertemuan pertama dengan om Leo aku selalu menghubunginya. Semakin hari akrablah aku dengannya chattingan lalu telfonan. Usia yang sangat terpaut jauh sama sekali tidak menggoyahkan aku. Aku merasa nyaman dengan om Leo perhatiannya, kegantengannya, kedewasaannya semua terasa sangat lengkap ketika aku memandangi semua yang ada pada dirinya.

Setelah satu minggu akrab via HP aku pun berniat untuk ketemuan dengan om Leo. Aku pergi sendiri ketika tante bekerja. Om Leo menjemput aku di gang dekat rumah tante. Lalu aku naik mobilnya dan kita jalan berdua menyusuri sepanjang sudut kota. Berasa jalan dengan bapakku namun aku anggap seperti biasa saja.

Kami tidak memandang usia kita merasa sama-sama nyaman. Kita berhenti di resto untuk makan siang, ya seperti biasa om Leo banyak gombalin aku. Kita makan siang bareng kemudian melanjutkan jalan-jalan. Rencananya aku mau ajak ke taman biar makin romantis jalan berdua. Sayang hujan turun, kita terjebak di Resto mau jalan kemana juga binggung.

Kita duduk sejenak menunggu hujan reda walaupun bawa mobil kalau hujan binggung juga mau kemana. Akhirnya kita ngobrol sambil ngopi di bar yang udah disediakan resto. Obrolan itu hangat saat om Leo tiba-tiba mengelus rambutku. Dia kayaknya sayang deh sama aku terlihat jelas kok dari raut wajah dan gaya bicaranya.

Aku sengaja duduk mendekati dia tanganku pegang pundak om Leo. Dengan PD nya aku memeluk erat om Leo,

“ehhh…jangan disini malu dilihat orang…”

“ahhhh…nggak papa om habis om gemesin sih Devi kan pengen peluk om….”

“kamu ini bisa aja deh, kalau pengen peluk-peluk kita cari tempat yang nyaman yuk…”

“boleh om…” jawabku dengan raut wajah yang gembira.

Kita pergi jalan lagi, om Leo membelokkan mobilnya disebuah penginapan. Wah mau ngapain coba sepertinya ada sinyal-sinyal yang kuat. Aku nurut aja sih mau kemana asal sama om Leo. Kita chek-in di kamar no.203 hanya peginapan sih yang penting kita nyaman. Pikiranku tertuju langsung pasti om Leo mau melepas gairahnya

Aku belum pernah melakukan hubungan sex sekalipun sebelumnya, dan baru pertama kali ini aku pergi ke penginapan dengan seorang pria. Sesampainya didepan pintu kamar kami segera masuk ke kamar, saat itu om Leo ke kamar mandi dan aku menunggu cukup lama sekali. Sembari menunggu aku iseng aku baca-baca majalah dewasa, isinya semua tentang kontens kedewasaan.

Gambarnya juga porno semua, aku semakin berangan-angan. Om Leo keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk putih tanpa baju. Dada kekar banyak sekali rambutnya keren abis deh om Leo. Dia mendekati aku di sofa lalu kita baca bareng tuh majalah dewasa. Aku makin terangsang ketika om Leo membelai rambut hingga ke telingaku.

Badanku serasa gemetar karena baru pertama kali ini aku dibelai seorang pria. Tangannya melingkar di pundakku sepertinya dia ingin memeluk tubuhku. Kepalaku direbahkan di pangkuannya aku nurut saja. Tanpa penolakan aku justru seneng sekali. Ketika kepalaku berada dipangkuannya aku merasakan seperti ada sesuatu yang menonjol dan bergerak-gerak tegang.

Nyaman sekali tiduran dipangkuan om Leo sambil sembari wajahku dan rambutku dibelai sama om Leo,

“ini apa sih om yang gerak-gerak? Geli deh om….”

“mau tau nggak apa isinya?”

“apaan sih om mau dong buka deh om penasaran nih…”

“sabar dong Dev, biar makin gede dulu yah….”

Atau mungkin itu kemaluannya om Leo yang semakin membesar ya. Om Leo masih asyik membelai tubuhku. Tangannya membelai dadaku, aku memakai kaos ketat tangannya masuk ke dalam. Dia meraba buah dadaku,

“geli om….aaaaahhhh….”

Kepala om Leo berada diatasku karena aku merasakan geli tanganku meraih kepalanya hingga saling berdekatan. Wajahku dan wajahnya bertatapan kita memulai ciuman hangat itu. Sementara tangan om Leo masih membelai payudaraku. Aku terangsang gairahku bermunculan dengan cepat. Kemaluan om Leo semakin tegang mengenai kepalaku.

Handuknya semakin melorot aku balikkan wajahku tepat di depan penis om Leo. Kemaluan om Leo besar dan menegangkan, aku binggung mau ngapain. Dia meminta aku untuk mengelus penisnya,

“emuut dong sayang pasti nikmat deh….” Ucap om Leo.

“iya om…” aku sebenarnya tidak begitu menegrti dengan ucapan dia, namun aku memberanikan diri untuk memasukkan penisnya ke dalam mulutku.

Perlahan aku jilat terlebih dahulu batang penisnya dari bawah hingga ke atas. Lidahku terus menjilati hingga ke ujung penis itu. Aku masukkan penisnya ke dalam mulutku keluar masuk. Mulutku yang tipis penis sebesar itu masuk ke dalam mulutku. Aku paksa masuk ke dalam kemudian aku emut keluar masuk. Sembari aku kocok penisnya om Leo pun merintih,

“ooohh… Dev… Ssssshhh….aaaahhh…..ooohhh…..” desah nikmat Om Leo ketika aku sepong.

Sekitar 15 menit aku mengulum penis om Leo perlahan kemudian keras. Aku mulai lincah mengulum penis itu. Keluar masuk ke dalam mulutku aku kocok hingga semakin besar. Setelah om Leo merasa puas dia menidurkan aku di ranjang. Aku tertidur diranjang dia membuka bajuku secara perlahan, mulai dari atas hingga celana jeansku.

Sekejap saat itu aku hanya tinggal memakai bra dan celana dalam saja. Perlahan dia mulai membuka pengait braku sehingga kedua payudaraku terlihat sangat jelas. Walaupun badanku kecil tetapi aku memiliki payudara yang lumayan besar. Dia remas-remas payudaraku sampai aku lemas. Lalu dia putar puting susuku sampai menonjol besar sekali.

Lidahnya mendekati puting susuku, mulailah jilatan maut itu menjelajahi payudaraku. Lidah panjang Om Leo mulai berputar dan lidahnya menjilati kedua puingku secara bergantian,

“mmmmm….Ouhhhh… Sssssshhh.. OM… aaaaaahhhhh……Terus Om….ooohhh………om…enak om…..” desah nikmatku dengan gelingsutanya tubuhku kekanan dan kekiri.

Sungguh luar biasa sekali rasannya bercumbu dengan pria, baru pertama kali ini aku bersetubuh dengan pria. Bagiku pengalaman yang sangat indah dalam hidupku. Kenikmatan yang tiada duanya, remasan payudara jilatan puting susuku. Semua tak ada yang tidak nikmat. Aku enggan berhenti begitu saja aku meminta om Leo terus menikmati payudaraku.

Dia menarik CD ku sehingga terlepas dan terbukalah memek tembem perawan miliku. Vagina yang merah merekah dengan sedikit bulu kemaluan membuat om Leo semakin horny saja. Aku nggak bisa bayangin penis sebesar itu bisa masuk ke dalam memekku yang masih perawan. Tanpa basa basi dia langsung menjilati dan menghisap memekku.

Dia menjilat dan mengecup vaginaku dari bagian luar hingga ke bagian dalam memekku. Aku amat sangat bergairah saat itu. Beberapa saat dijilati vaginaku, seperti ada cairan kental yang keluar dari memekku karena dasar om Leo bujang tua ganteng yang hot,hehe. Lidahnya menjilati memekku dan tangan om Leo meremas-remas payudaraku.

Tubuhku menggelinjang merasakan sensasi seks dari om Leo . Ketika dia terus menjilati memekku tanpa kusadari pantatku terangkat keatas. Sungguh begitu nikmat setiap sentuhan yang dia berikan,

“ooohh…Eughhhhh….aaahhh…om…nikmat om…Sssssssshhh….oooohhh……” erang nikmatku merasakan jilatan om Leo pada vaginaku.

Karena Vaginaku sudah basah dan becek, jilatan Om Leo mulai beralih naik untuk menghisap payudaraku kembali. Rasa geli dan nikmat menjadi satu, rasanya seperti sampai di ubun-ubun ketika hisapan mulut om Leo itu mulai beralih ke payudaraku dengan sangat keras,

“mmmmm….ooohh….om…..aaaahhh….oommm…….Aow… Ahhhhhhh….” desah nikmatku.

Sambil terus menjilat dan mengemut putingku, Om Leo mulai mengarahkan Penisnya dan digesek-gesekan dengan memekku. Itu sungguh luar biasa sensasinya, secara spontan akupun ikut menggerakkan tubuhku dan pantatku naik turun. Benar kata orang-orang jika berhubungan intim itu adalah surganya dunia .

Kepala penis Om Leo yang seperti helm tentara itu, digesek-gesekan pada vaginaku secara perlahan namun konstan. Baru digesek-gesekan saja nikmatnya sudah luar biasa, apalagi nanti jika penis itu masuk ke dalam memekku, wow pasti rasanya sampai keangkasa. Aku yakin jika nanti aku nggak bakalan tahan dengan sodokan penis besar om Leo.

Puas menggesek-gesekan penisnya pada vagina tembemku, penisnya pun disingkirkan dari hadapan vaginaku. Tadi penis yang menggesek gini berganti tangan Om Leo yang mulai menggantikan posisi penis tadi. Tangan Om Leo , mulai meraba pada bagian memekku, jari-jarinya kini mencoba masuk ke dalam lubang memekku yang merah merekah dan sudah becek dengan lendir kental berwarna bening,

“OM… awwww….sakit om…Uhhhhhhhhhhhhhhh……” erangku kesakitan ketika jari Om Leo mencoba masuk pada liang vaginaku.

“nikmat apa sakit Dev, ini baru jari telunjuk loh belum nanti jika penisku yang masuk, nanti jika penisku masuk pasti lebih nikmat deh sayang….” Ucap om Leo genit sembari terus mencoba memasukan telunjuknya pada vaginaku.

“Saki-sakit nikmat om rasanya, aku mau dong dikasih yang lebih nikmat Om ,heheehe…….” Jawabku.

Tanpa banyak bicara lagi Om Leo segera menyingkirkan jari telunjuknya lalu penisnya diarahkan pada liang vaginaku. Ujung penis Om Leo kembali dia gesek-gesekkan didepan memekku. Karena aku baru pertama kali, saat itu aku tidak bisa mengendalikan gairah sexs ku. Aku terus mendesah dan tubuhku terus mengelincang naik turun ketika vaginaku digesek-gesek oleh kepala penis Om Leo.

Semakin kesini, vaginaku semakin becek saja, aku yang sudah nafsu berat, tidak terasa tiba-tiba saja secara perlahan ujungnya penis Om Leo masuk ke dalam memekku,

“jjlleeeebbbb….jleeeeeebbb…..aaaakkkkhhhh… aaaahhh…om….”

“Aowwww….pelan om….aaaaakkhh…sakit om….pelaaaaann om….Uhhhhhhhh…..” teriakku kesakitan ketika kepala penis Om Leo masuk pada liang vaginaku.

Saat ujung penis Om Leo masuk ke dalam memekku, aku menjerit dengan sangat keras saat itu. Rasanya sungguh ngilu dan sakit sekali. Om Leo yang sudah terhanyut dalam nafsu birahinya, dia tidak memperdulikan keluh sakitku. Om Leo tetap menekan penisnya ke dalam memekku dengan kerasnya,

“Zlebbbbbbbbbbbbbbb… Krakkkkkkkkkkk…Aowwwwwwwwwwwwwwww….Sakit Om…Ughhhhhhhhhhhhhhh….,”

Ketika batang penis Om Leo masuk semua pada vaginaku, terdengar seperti ada suara robekan dari dalam vaginaku. Saat itu aku teriak kesakitan sambil tanganku mencengkram kuat lengan Om Leo.

“Tahan dulu ya Dev, terserah kamu mau cengkram lenganku sampai sobek yang penting kamu tahan dulu yah sakitnya,” ucapnya menenangkanku.

Rasanya sungguh sakit,dan perih sekali ketika aku diperawani oleh kontol besar Om Leo. Saat itu Om Leo membiarkan penis besarnya tertanam dalam-dalam di Vaginaku. Dia memberikan aku waktu untuk menghilangkan rasa sakit karena selaput perawanku baru saja tersobek oleh kontol besar dan panjang milik Om Leo tersayang.

Saat itu aku merapatkan pahaku karena memang sakit sekali trasanya. Setelah kira-kira 2 menit om Leo memberikan waktu istirahat, dia mulai menggenjot penisnya keluar masuk dari dalam vaginaku sembari menjilati leherku dan memilin-milin Puting susuku. Aku tahu sekali kenapa Om Leo berbuat begitu, dia seperti itu agar aku melupakan rasa sakit pada vaginaku. Saat itu aku benar-benar pasrah, rasa sakit dan nikmat menjadi satu rasanya. Disisi lain vaginaku terasa perih dan sisi lain aku merasakan kenikmatan sex yang luar biasa.

Om Leo terus menilati leherku dan tangannya juga terus memilin-milin payudaraku untuk mengalihkan rasa sakitku. Semakin lama kesakitan itu berubah menjadi nikmat. Tekanan penis om Leo yang tadinya perlahan saat itu mulai sangat keras dan mentok masuk ke dalam memekku. Baru kali ini aku bercumbu dan merasakan kenikmatan sex untuk pertama kalinya.

Aku nggak tahan menahan birahi itu, sampai-sampai aku menggigit dada om Leo. Tubuhku semakin mengejang sangat kuat karena terus dirangsang. Pantatku kembali keatas dan aku bergoyang ke kanan dan kekiri. Tak ku lepaskan penis itu aku biarkan terus tertancap di dalam memekku. Ketika tekanan itu semakin keras ada aku sempat melihat ada darah yang keluar dari memekku.

Aku tahu itu selaput perawanku sudah pecah aku tapi tak menghiraukannya karena sudah terlanjur horny sekali. Pantat om Leo bergerak kesamping dan terus bergoyang. Sementara kepalaku terus bergerak kesamping kanan kiri sambil mataku merem melek. Rasanya aku sepeti pengen pipis, tidak lama kemudian aku merasakan ada cairan yang kembali keluar dari liang vaginaku,

“aaaauuuuggghhh…Ssssssshhhh….aaaaahh….Om aku keluar lagi om…..Aaaaaaaaahh…….” desahku puas karena aku mendapatkan klimask pertamaku ketika ML.

Tanganku mencengkeram bahu om Leo dengan kuat untuk menahan kenikmatan. Wajah om Leo memerah dan keluar keringat bercucuran. Penisnya masih saja asyik keluar masuk ke dalam memekku. Aku terus mengangkat pantatku keatas sembari tanganku bertumpu pada bahunya. Kita berdua sampai pada klimaksnya. Om Leo mengeluarkan sperma,

“cccccccccccrrrroooooottt…..cccccrrroooott…..cccccccroooootttt…..”

Dia semprotkan didadaku hingga basah dan sangat lengket. Dia menciumi bibirku dan masih saja mencium memek perawanku. Dia masih gemas, karena menjilati memekku lagi. Dia gigit-gigit memekku dia ciumi terus. Aku terdiam merasakan kenikmatan hingg mataku tak bisa lagi terbuka. Om Leo tampaknya tak ingin melepaskan aku begitu saja.

Walaupun saat itu spermanya sudah keluar namun penisnya masih saja menegang. Karena dia tampak belum puas berhubungan sex denganku maka Om Leo kembali memasukkan penisnya ke dalam memekku,

“Slebbbbbbbbbbbb…aaaawww…Sssssssshhh…aaahhh… enak om…….” Desah nikmat setelah penis om Leo masuk lagi didalam vaginaku yang becek sekali.

Kembali penis itu menusuk-nusuk di dalam memekku. Dia tekan penisnya dengan sangat keras dan dia benamkan dalam-dalam penisnya sampai batang penisnya tertelan semua didalam liang vaginaku. Lalu dia menggoyangkan penisnya kembali dengan cepatnya sembari tangannya tak henti-hentinya meremas-remas payudaraku hingga aku kembali terangsang. Genjotan penisnya kini brutal, terkadang dia sodokan penisnya kekanan, terkadang juga dia sodokan kekiri. Nafsu sexs ku semakin bergejolak dan lagi-lagi aku orgasme,

“oooohhh….aku keluar lagi om… ahhhhhhhhhhhhhh …..” tubuhku mengejang nikmat.

Melihat aku yang sudah orgasme, Om Leo nampak semakin liar, dia merapatkan kakiku, dan tubuhnya sepenuhnya betumpu pada diatas tubuhku. Hal itu membuat Om Leo bertambah nikmat karena saat pahaku merapat otomatis vaginaku juga semakin kuat menghimpit penis Om Leo. Om Leo sungguh Pria idamanku, selain dia ganteng dan gagah dia juga pandai dalam berhubungan sex.

Kira-kira sekitar 5 menit aku menghimpit kencang penis Om Leo dengan memek sempitku, dia seperti akan mendapatkan klimaksnya. Sodokannya penisnya semakin cepat dan gerakanya semakin tidak teratur,

“Dev aku mau keluar lagi nih Dev, buka mulut kamu sayaaaanggggg, Sssssssssshhhh…,” ucap Om Leo.

Tidak lama setelah berkata seperti itu sodokan penisnya berhenti dan dicabutlah penis besar itu dari liang vaginaku. Dengan terburu-buru penisnya diarahkan pada mulutku, dan aku membuka mulut kemudian penisnya dia masukkan ke dalam mulutku,

“cccrrrooott…..cccrrroooott….cccrrrooottt…….”

Keluar cairan sperma untuk kedua kalinya, walaupun itu sperma keduanya, namun sperma Om Leo tetap kental dan banyak sekali. Sperma Om Leo benar-benar banyak sekali, bahkan mulutku hamper terisi penuh oleh sperma Om Leo . Aku telan sperma itu dengan perlahan, dan saat itu rasanya aku ingin muntah, maklumlah baru pertama kali aku minum sperma laki-laki, hehehe….,

“telan semua sayang seprma Om, itu bisa buat kamu awet muda dan kulit kamu juga bakal lebih cerah dan mulus,” ucap Om Leo dengan penisnya yang masih tertancap didalam mulutku.

Mendengar ucapan Om Leo membuat aku semangat untuk menelan sperma itu. Sedikit demi sedikit akhirnya sperma itu tertelan habis, bahkan sisa-sisa sperma yang ada diujung penis Om Leo aku jilati sampai tak ada sisa sedikitpun. Hari itu kita berdua sangat puas sekali dengan hubungan sex itu. Apalagi aku yang baru pertama kali, hal itu sungguh mengesankan.

Setelah kami sama-sama mendapatkan kepuasan sex tubuh kamipun terasa lunglai. Mata kami sayu dan lama-lama kami tertidur dengan lelapnya. Itulah pengalaman pertamaku ngeseks dengan om-om yang usianya 36 tahun, walaupun usia kami terpaut jauh namun status Om Leo yang masih lajang membuat aku merelakan keperawananku untuknya.

Semenjak kejadian itu, kami berhubungan badan seminggu 2 kali dengan rata-rata 3 kali ngesex pada setiap pertemuan. Hubungan kamipun lama-lama diketahui oleh tanteku, dan pada akhirnya akupun terang-terangan berpacaran dengan Om Leo. Kata Om Leo aku akan dinikahi satu tahun lagi dan aku tidak keberatan, begitu pula orangtuaku dan tanteku. Karena jika setelah menikah aku masih bisa kuliah, hehehe…. Seperti itulah kisah hilangnya keperawananku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *