Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Genjot Paksa Putri Yang Polos

Cerita Dewasa Genjot Paksa Putri Yang Polos – Setelah makan malam saya berada di kamar lagi mengutak-atik computer karena bosan kemudian Livia masuk ke kamar saya dan bilang perlu bantuan dan saya pun ke ruang tengah, melihat siaran tv yang lagi mengajarkan nari dan perlu pasangan, saya menanyakan apakah dia mau latihan nari, dengan malu dia mengangguk.

Saya bilang tarian itu agak rumit, gak ada pasangan gak bisa latihan.

Livia kembali bertanya.. Papa bisa tarian itu ?

Saya mengerti maksud dia.. bisa kok, kamu bersedai jadi partner tarian papa ?

Dia dengan gembira bilang.. tarian saya jelek, papa jangan ketawain saya ya…

Iya papa gak ketawain kok… papa sendiri kok, apa yang perlu ditakutkan ??

Dengan spontan saya mengangkat tangannya dengan alunan music yang di keluarkan oleh televisi kami mulai berdansa dan sekarang saya baru sadar kenapa pakaian dia begitu menawan hari ini. Dengan memakai sepatu hak tinggi di rumah ternyata dia mau latian nari, memang gadis yang lucu.

Tinggi dia sekitar 161cm dengan tambahan sepatu hak tinggi dia sekarang sekitar 166cm, tinggi badan kami sekarang emang ideal. Tarian itu sulit dan lambat tetapi sangat romantic. Banyak gerakan yang melibatkan seluruh tubuh saling bertubrukan membuat orang tidak bisa menahan diri.

Dia mengagumi saya kadang-kadang badan kami nempel, dia menjadi sangat malu apalagi mata dia yang indah. Sesekali paha kami saling nempel dan bergesekan membuat penis saya sudah tegak di balik celana.

Saya memeluk Livia di depan dada saya… Buah dadanya dan puting susunya bersentuhan dengan dada saya, bagian bawah saling nempel lalu dia menghindar saat pertama kali dan tidak mau penis saya bersentuhan dengan memeknya. Tapi sesuai alunan musik dia mulai bereaksi.

Saya bisa merasakan puting susu dia mulai mengeras di dada saya dan gesekan paha kami membuat dia mulai horny.. Sekarang dia lebih santai dan membiarkan saya melakukan apa aja.

Pada saat penis saya bersentuhan dengan memek dia, dia menghindar mungkin karena dia telah horny. Akhirnya dia pasrah menerimanya karena tidak tahan dan akhirnya mengerang.. Saya yang sudah tidak tahan kemudian mulai mencium dia. Saat bibir kami bersentuhan, saya mulai memainkan lidah saya di mulut dia, tangan saya mulai kearah pantat dia dan menekan agar memek dia berdekatan dengan penis saya dan saya bisa merasakan hangat nya memek dia kemudian dia melepaskan ciumanku dan berkata… Pa, kita tidak boleh begini..

Sebelum dia menyelesaikan perkataannya, dengan cepat saya mencium dia lagi, tangan saya memasuki baju dia dan meremas dada kecil dia sambil memainkan puting dia yang sudah keras. Saya mulai melepas kan baju dia satu per satu sampai akhirnya dia bugil.. Saya mulai memainkan dadanya dengan tangan saya namun dia merasa malu dan terangsang.

Tangan nakal saya mulai mengarah ke bawah, dia memberikan sedikit perlawanan tetapi tidak ada efek. Tangan saya mulai menelusuri pahanya dari bawah keatas menuju memeknya dan merasakan memeknya sudah basah. Saya memisahkan bibir memeknya, lalu memainkan gundukan bulu jembutnya. tangan saya mulai memainkan bibir memeknya dan menggesek memeknya juga.

Saat ini badan Livia mulai bergetar dan dada dia juga naik turun, dia mengeluarkan suara erangan, suaranya membuat orang tambah horny, rangsangan tersebut membuat Livia merasa terbakar dari dalam, serasa tulang-tulang nya meleleh, Livia hanya tau mengangkat pantatnya, saya mempercepat gerakan jari saya dan terasa ada cairan hangat yang mengalir dari memek dia, ternyata dia sudah orgasme. Saat itu saya sudah tidak tahan lagi, saya menginginkan memek Livia untuk meredakan hasrat saya.

Saya mengabaikan perlawanan dia, saya menekan dia di lantai, dia memberikan perlawanan lagi, tetapi perlawanan itu membuat saya lebih bersemangat, saat dia lagi melawan jari saya berhasil masuk ke memek dia, sangat sempit, jari saya terasa di bungkus olehnya. Dia terus melawan dan akhirnya mulut dia berhasil lolos dari ciuman.

Livia bilang.. pa kita tidak boleh begini, mohon naik pa….

saya menjawab Via.. kejadian sudah begini, apakah kamu gak mau lanjut ? Ini juga sudah bukan pertama kali..

Sambil ngomong jari saya terus menggesek memek dia, membuat dia terus mengeluarkan cairan dari memeknya sambil diam-diam saya menurunkan resleting dan mengeluarkan kontol saya yang sudah keras. Livia melihat dan bilang.. Pa, kalau papa gak mau naik saya akan teriak !! Aaaaauuuwwwwhhh…. Aaaaaaaaahhhh….. saya membuka kaki dia dan mengeluarkan jari saya dan saya memasukkan kontol saya ke dalam memeknya. Dia teriak kesakitan dan saya langsung menutup bibir dia dengan bibir saya. Saya mengangkat pantat dia dan menusuk dia lebih dalam.

Saat ini dia sudah tidak meronta lagi, saya bisa melihat air mata dia dan saya pun mulai memompa memeknya.. Saat turun pertama kali turun Livia bilang… Pa, tunggu masih sakitttt… Via, bukannya kamu udah pernah sekali, kok masih bisa sakit ??

Livia meneteskan air mata… saya hanya gituan sekali dengan papa dan punya papa terlalu besar jadi sakit paaa…. Dalam keadaan gini saya hanya bisa bilang.. Lalu sekarang gimana ?? Kontol saya udah di dalam memek kamu…

Livia menjawab dengan sedikit emosi… itu karena Papa maksa !!!

Saat dia ngomong, saya mencium kening dia dan dia menutup mata lalu saya mulai menggerakkan pinggul saya.

Saya mencium dia.. Via, jangan khawatir papa akan lembut, pasti bisa buat kamu merasa enak kok..

Saya baru kali ini melakukannya jadi terasa sakit.. Mana ada enaknya…

Masa sih ?? Coba kamu pikir deh saat di tempat tidur kamu, saya membuat kamu merasa enak.. Habis bicara saya mencium bibirnya dan mengisap lidah dia sambil menggerakkan kontol saya dengan pelan, saya melepaskan ciuman saya dan mulai mengisap puting susu dia kemudian dia mulai mengerang… Aaaaaachhhhh… Eeeenggghhhh….. Ooooohhhh…..

Pada saat ini Livia mulai menyamakan irama tusukan saya, walaupun gerakan masih kaku tetapi dia merespon dengan gerakan yang sama. Saya mulai terangsang dan tambah cepat, air kewanitaan Livia terus mengalir gak ada hentinya ternyata selama cewek yang saya ngentotin rupanya air kenikmatan Livia lebih banyak dari pada mereka. Livia dengan lemah lembut bilang… Papa jangan begitu, saya gak tahan… Punya papa terlalu besar buat saya sakiiittt…. Aaaaaccchhh…. Pelan-pelan paa….. Aaaaaaacccchhhhh….

Tusukan saya makin kuat, karena itu dia mengerang makin kuat lalu saya memeluk dia dan menjilat puting susu nya. Dia terengah-engah…. Pa.. bagian dalam saya udah gak tahan lagi… cepetin paa…. Saya pun terengah-engah… Iya Via saya pasti buat kamu orgasme… Via sudah merasa enak ?? Suka ML sama papa ?? Livia tidak menjawab hanya bilang… Pa cium Livia donggg…. Aaaaccchh….

Saya pun cium dia, lidah kami bergumul mendadak Livia mempercepat gerakannya dan meracau gak karuan…. Pa, Livia suka di perkosa sama papa… Livia udah mau keluarr… Aaaaahhhh… Aaaaaahhhh…. Aaaaaaahhhhh….

Dan akhirnya kami pun orgasme sama-sama, saya menarik kontol saya dan melihat spermaku mengalir dari memek Livia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *