Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Enaknya Tubuh Gadis SMA Yang Montok

Cerita Dewasa Enaknya Tubuh Gadis SMA Yang Montok – Aku seorang gadis yang sedang tumbuh menjadi wanita remaja. Namaku Mira usiaku 17 tahun, aku memiliki paras yang cantik namun sedikit gemuk. Orang bilang aku tubuhku semok atau berisi, diantara gadis seusiaku memang aku tumbuh subur sekali. Payudara yang lain dari anak seumuranku, ukuran payudaraku udah seperti orang dewasa.

Bra ku aja ukuran 36B, bisa dibayangkan betapa montoknya. Aku perawan yang sedang tumbuh merekah diusiaku yang 17 tahun ini. Banyak teman pria yang mendekati aku, tapi aku mengganggap semuanya teman. Orangtuaku melarang aku berpacaran sebelum lulus SMA, mereka menginginkan aku menjadi orang yang sukses.

Orangtuaku seperti itu karena mereka tidak mau aku terjebak dalam pergaulan bebas. Orangtuaku yang bekerja di kantor, setiap hari selalu memantau perkembanganku. Aku memiliki seorang kakak laki-laki yang sudah berkeluarga. Dan aku seperti anak tunggal di rumah karena kakak sudah punya rumah sendiri.

Super ketat orangtuaku dan yang jelas mereka sangat bawel. Setiap hari selalu ada saja yang mereka khawatirkan. Padahal di sekolah pergaulanku sangat bebas. Namun pergaulanku saat ini masih dalam batas normal. Ya sering bohong dengan orangtua misalnya alasan kerja kelompok tapi aku main dengan temanku.

Mainnya sih dalam batas normal, tidak yang aneh-aneh. Orangtuaku pergi pagi pulang sore, di kala sore hari aku harus sudah stay dirumah. Jika aku tidak di rumah pada sore hari mereka marah dan pastinya selalu saja menghubungi temanku. Sejauh ini orangtuaku selalu menuruti apa saja yang aku inginkan.

Apalagi jika aku penurut semua yang aku minta pasti di berinya. Pernah aku mengajak teman priaku pulang ke rumah. Saat itu juga ibuku langsung memberi pengertian bahwa aku belum boleh pacaran. Padahal aku hanya sebatas teman, itu yang nggak aku suka bikin malu dihadapan temanku.

Kadang juga temanku menghindar dariku, ya itu alasannya orangtuaku selalu saja ingin tahu keadaanku aktivitasku secara berlebihan. Ya aku senang dengan perhatian mereka karena aku yakin mereka menginginkan aku menjadi anak yang baik. Pada bulan Ramadhan ini banyak kegiatan yang diadakan dari pihak sekolahku.

Ngabuburit buka bersama sampai sholat tarawih bareng. Orangtuaku tidak mengijinkan aku mengikuti kegiatan itu. Padahal itu kegiatan wajib yang harus diikuti semua siswa muslim. Sampai wali kelasku menelepon bapakku supaya aku bisa mengikuti kegiatan seperti teman-temanku.

Pada akhirnya mereka mengijinkan aku mengikuti kegiatan itu. Kegiatan itu dilaksanakan setiap hari jumat dan sabtu. Pada waktu itu hari jumat jadwal kegiatan ngabuburit dan buka bersama. Aku datang lebih awal biar bisa canda gurau dengan teman-temanku. Dan membantu temanku Sasa yang menjual tajil di sekolah.

Kegiatannya seru banget sayang deh kalau nggak ikut, untung aja orangtuaku mengijinkan. Waktu itu kegiatan sampai dengan jam 7 malam. Jam segitu kan waktu tarawih nggak mungkin banget bapak jemput aku tepat waktu. Sekolah semakin sepi temanku udah pada pulang. Aku takut kalau harus menunggu di sekolah sendirian.

Pada saat itu aku dan kedua temanku menunggu di warung samping sekolah. Disitu banyak pria seumuran aku yang sedang nongkrong. Main petasan dan mengganggu orang yang sedang lewat. Aku dan temanku memberanikan diri untuk duduk di warung sambil memesan es teh. Saat itu aku digoda,

“ wah cantik banget neng…, ” gurau anak pria itu.

“ anak mana sih neng? Aku anterin pulang yukk…, ” goda mereka lagi.

Saat itu aku tidak menjawab godaan mereka, aku hanya diam saja,

“ cantik-cantik kok diem aja sih, bisu kali ya kamu neng…, ” ucap salah satu dari mereka nampak kesal.

Aku dan temanku tidak menghiraukan apa kata mereka. Aku biarkan saja mereka, aku mengobrol asyik sambil minum es tanpa menjawab pertanyaan pria-pria brutal itu. Pemilik warung pun ikut membentak para pria itu sehingga mereka pergi dari situ. Rasanya lega mereka udah pada bubar, aku takut mereka rese sama aku.

Tidak lama kemudian bapak datang menjemput aku dan temanku Sasa nebeng aku. Aku enggan bercerita jika aku tadi digodain pria-pria rese. Kalau aku bercerita besok pasti nggak dibolehin lagi ikut kegiatan sekolah. Sesampainya di rumah aku langsung tidur karena capek sekali. Waktu cepat berlalu hari sabtu libur sekolah namun sorenya ada kegiatan tarawih bareng.

Seperti biasa bapak mengantar dan menjemput aku. Kegiatan sore itu menghadirkan band religi pemain bandnya cowok maco semua. Mataku langsung terbuka lebar ketika band itu memainkan music. Aku bersorak sorai layaknya anak muda jaman sekarang kalau melihat cowok ganteng tidak bisa diem. Kegiatan tarawih berjalan sangat lancar hingga pukul 8 malam.

Bapak menelpon aku jika tidak bisa jemput karena bapak ada tamu di rumah. Bapak menyuruhku untuk naik taxi terpaksa deh aku pulang sendiri. Tiba-tiba pas aku di depan sekolah ada orang yang nyamperin aku,

“ hay cewek sendirian aja yah???, ”ucap seorang cowok.

“ iya mas lagi nunggu taxi datang nih…, ” jawabku.

“ kamu Mira ya? Aku Rendra rumahku satu kompleks sama kamu.., ” ucapnya memperkenalkan diri.

“ Iya Mas aku mira… ohh satu komplek sama aku ya, Maaf saya tidak begitu paham, hhe… ”

“ pulang bareng aku aja mbak jam segini susah loh cari taxi…, ”

“ ah nggak mas aku nunggu taxi aja.., ”

Sekitar 20 menit taxi tak kunjung datang aku udah resah gelisah karena malam itu semakin sepi. Pria itu terlihat lugu dan sopan tapi aku sama sekali tidak mengenalinya. Anehnya aku tidak pernah bertemu pria itu, aku jadi berprasangka buruk.

Tiba-tiba saja saat itu petir menyambar dengan sangat keras, aku takut keburu hujan. Rendra terus membujukku agar aku pulang dengannya. Terpaksa aku nebeng dia karena taxi lama sekali tidak kunjung datang, aku takut keburu hujan. Pada akhirnya aku naik motor maticnya Rendra dan diapun mengantarku pulang.

Ketika kami sedang berjalan kira-kira 3 km, tiba-tiba saja hujan turun sangat deras. Melihat cuaca yang seperti itu dengan sangat terpaksa kamipun berteduh di depan warung makan yang sudah tutup yang letaknya diemperan jalan. Hujan turun begitu deras dan malam itu terasa sangat mencekam. Hujan lebat, jalanan sepi, hanya satu dua motor yang berlalu lalang.

Aku takut sekali dengan pria yang baru aku kenal itu. Ketika itu wajahku gelisah, di warung tenda itu aku berteduh. Aku duduk di kursi berdampingan dengan Rendra. Rendra terus berusaha mengajak aku ngobrol sampai aku lupa waktu. Dengan tiba-tiba angin berhembus sangat kencang, aku takut sekali. Secara spontan saat itu langsung memeluk Rendra , aku tidak sadar ketika itu.

Tanpa rasa cangggung Rendra membalas pelukanku dengan memeluk erat aku. Setelah aku tersadar, aku berusaha melepaskan pelukan itu. Namun saat itu Rendra tidak mau melepas pelukanya, dia malah mendekap aku semakin erat. Jantungku berdegup sangat kencang dan rasa takutku bertambah. Melihat aku yang ketakutan Rendra berkata,

“ kamu tenang aja Mira, kamu nggak usah taku sama aku, malam ini aku akan kasih kamu kehangatan, ” ucapnya dengan muka mesum.

“ apa maksud kamu, cepat lepaskan aku Mas, tolong jangan macam-macam sama aku, ” ucapku memperingatkanya.

“ Sudah kamu tidak usah menolak, aku baik-baik loh mintanya, apa perlu harus aku paksa kamu biar mau ??, ” ucapnya halus namun mengancam.

“ tolong jangan mas, jangan apa-apakan aku…., ” ucapku ketakutan.

Tanpa bicara lagi saat itu Rendra langsung saja mencium bibirku dengan ganas. Diemperan jalan tepatnya di warung bertenda biru dia mencoba melumat bibirku dengan penuh gairah sex. Aku takut sekali dengan pria itu, mukanya terlihat polos namun sifat aslinya dia sangat kejam dan mesum. Dia mencium dengan kasar bibirku, serasa saat itu aku dikuasai sepenuhnya oleh Rendra.

Dia membuka jaketnya setelah itu dia memaksa aku membuka bajuku,

“ jangan mas ini di jalan mas, tidak baik mas tolong jangan perkosa aku mas, ” ucapku memohon.

“ banyak bicara kamu yah, sepertinya kamu ingin aku paksa lebih kasar lagi ya?, ” ucap Rendra dengan wajah menyeramkan.

Saat itu akhirnya dia membuka bajuku dengan kasar. Aku yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menangis. Dia sungguh sudah kesetanan, bahkan dia menampar pipiku dengan kerasnya,

“ pppllaaaakkk…. bisa diem nggak kamu !!!!!, ” ancamnya.

“ aaawww… sakit mas, iya aku diam Mas, tolong jangan sakitin aku, huhhuhu…., ” jawabku sembari menangis ketakutan.

Saat itu aku akhirnya terpaksa harus menuruti dia. Bajuku dan Braku yang sudah terbuka terpapar jelas dimatanya. Begitu dia melihat payudaraku yang besar, dia semakin ganas, nampak wajahnya yang horny sekali. Sangat meyeramkan deh pokokny si Rendra. Saat itu mataku terpejam karena takut melihat tatapannya. Dia meremas-remas payudaraku dengan keras.

Sembari meremas dengan kasarnya, bibirnya saat itu masih saja menciumiku. Dia meremasiku dengan kasar dan keras. Lama-lama karena Rendra melakukan hal itu, secara spontan akupun mulai merasakan kenikmatan. Apa mungkin gairah seks ku juga muncul ketika dia terus meremas-remas payudaraku dan menciumiku,

“ euhhhh… Sssshhh… aaaakkkhhh…mas…… Ouhhh…., ” bibirku mulai mendesah.

“ hahaha… nikmat kan, coba dari tadi kamu nurut, pasti aku nggak bakal maksa-maksa gini, ” ucap Rendra nampak girang.

Saat itu akhirnya aku terdiam tanpa perlawanan. Aku hanya menikmati perlakuan mesum Rendra padaku seiring turunnya hujan yang semakin deras. Rasanya udara dingin menusuk tulangku, aku tidak tahan dengan dinginnya malam. Apalagi saat itu aku tidak memakai baju dan Braku. Mulut pria itu turun ke bawah menciumi payudaraku.

Gairah nafsunya sangat tinggi telihat dari wajahnya, payudara besarku itu terlihat jelas menggantung dengan kencangnya. Dia semakin bersemangat menciumi payudaraku. Tangannya memutar-mutar puting susuku dengan perlahan,

“ ssssshhhh… aaaahhhhhh… aaaahhhhh… ouhhhhh masss…….., ” desah nikmatku.

Putingku dikulum sesekali dia menyedot putingku dengan keras,

“ Geli mas…. aaakkhhh… lagi mas……ooohh…., ” desahku lagi.

Rasa ketakutan dan kegelisahan yang aku rasakan tadi malam itu seakan hilang dengan datangnya nafsu birahiku. Dia mengkulum puting payudaraku secara bergantian kanan kiri. Di kursi kayu itu aku dibuat melayang dengan Rendra . Hujan angin sudah tidak jadi penghalang malam itu bagi kami untuk bercinta. Yang ada semakin hujan membuat nafsu kami semakin membara saja.

Dikegelapan malam itu aku melakukan hal yang belum aku lakukan sebelumnya. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu. Menikmati belaian demi belaian Rendra pada tubuhku memang sangat nikmat, dia menyentuh di bagian-bagian sensitive pada tubuhku. Payudaraku yang besar itu membuat Rendra gemas dan puas. Dia terus saja memainkan jarinya pada payadaraku.

Di warung tenda biru itu ada sebuah meja yang cukup besar. Rendra menciumku sambil berdiri dan aku ditidurkan dimeja kayu itu. Kala itu aku memakai rok panjang, Rendra membuka rokku dari bawah dia buka hingga aku tak berbusana. Bibirnya yang tadi mengulum payudaraku kini turun ke bawah hingga ke pusar. Terasa sangat geli sekali, gairah sexs-ku mulai tinggi saat itu.

Rasanya tubuhku bergetar dan merinding dibuatnya. Meja kayu yang keras diwarung itu serasa seperti ranjang yang empuk dan nikmat karena kami sudah sama-sama terangsang. Rendra terus memberi rangsangan sex padaku,

“ ooohh… Mas… oohh… Sssshhhhh… aahhhh…., ” desahku semakin menjadi jadi saja.

Dia mulai membuka celana dalamku lalu dihemapaskan kemeja warung itu. Malam itu telanjang bulatlah aku. Terlihat jelas vaginaku yang gembul dengan rambut vagina yang masih tipis. Rendra semakin bernafsu saja saat itu. Dia mulai menjulurkan lidahnya untuk menjilati selakanganku. Sungguh ini adalah kenikmatan sexs yang baru pertama kali aku rasakan,

“ ooouuugghhh mas….oouugghhh…aaahhh…aahhhhh…aahhhh…oohhh…mas lagi mas…aaaaaahhh…, ” desahku semakin liar saja.

Jarinya mengelus memek perawanku, dari atas hingga bawah. Geli sekali namun nikmat rasanya. Lagi-lagi saat itu dia memberikan kenikmatan untukku. Aku yang masih polos hanya bisa pasrah saja tanpa bisa memberikan perlawanan apapun. Dia terus berusaha membangkitkan gairahku agar aku semakin lepas kendali.

Aku melihat dia mulai membuka celana jeansnya, dan di hanya memakai celana dalam. Kulihat penis yang menonjol tegak sangat besar. Dia membuka celana dalamnya. Benar-benar sudah hilang akal kami saat itu. Kami telanjang di pinggir jalan, dan hanya tenda warung saja yang menghalangi kami. Seakan saat itu kami tak memperdulikan kami sedang berada dimana.

Rendra benar-benar lihay memutar-mutarkan ujung penisnya pada lubang memekku,

“ ooohhh mas… aahhhh……aaahhh….. aaakkkhh…. ohhh…., ” desahku.

Beberapa waktu dia memainkan ujung penisnya pada lianng vaginaku. Vaginaku mulai basah dengan lendir kawinku. Melihat hal itu Rendra terus berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku. Secara perlahan dia menekan ujung penisnya masuk kedalam memekku,

“ Ahhhh… Mas…. Sakit Mas… Ahhhh…, ” rintihku.

Rendra yang sudah dikuasai nafsu sexsnya saat itu tidak memperdulikan kesakitanku. Dia semakin memaks saja untuk terus memasukan penisnya itu. Setelah berusaha keras pada akhrinya ujung penisnya masuk ke dalam memekku juga. Sakit banget rasanya, sungguh benar-benar sakit,

“ aaakkhhh… Sssssshhhh… sakit mas… huhhhhhhhh…., ” rintihanku.

Dia tetap saja terus memaksa agar penisnya masuk sepenuhnya didalam vaginaku. Nampaknya dia mencoba membut aku lebih terang agar aku tidak begitu kesakitan. Dia meremas-remas payudaraku dan menciuminya seakan dia ingin menghilangkan rasa sakitku dengan cara membangkitkan gairah sexs-ku. Terus dia menekan penisnya masuk ke dalam.

Pada akhirnya seluruh penis itu masuk ke dalam memekku,

“ aaaaakkkhh……. mas ini sakit sekali… uhhhhhhhhh…. Ssssshhhh, ” ucapku.

Aku menahan kesakitan itu dengan menggigit bibirku dan mencengkram lengan Rendra dengan kencangnya,

“ Euhhhhhhhhhh… sakit mas, huhuhuhu…, ” keluhku disertai tangisku pelanku.

“ ternyata kamu masih perawan ya, sempit banget memek kamu, ahhhhh…., ” ucap Rendra puas menjebol keperawananku.

Dia saat itu membiarkan penisnya tertanam pada vaginaku. Dia melihat memekku keluar darah yang tandanya selaput keperawananku sudah pecah. Melihat itu dia semakin bersemangat, mulailah dia menggerakn penisnnya maju mundur. Gerakannya sangat keras, penis itu serasa tertancap di dalam memekku,

“ aaaahhhh… Mas… perih mas… pelan mas… aaahhh… ouhhhhhhh…., ”

“ tahan dulu yah Mira, bentar lagi juga enak kog, Ouhhhhh…, ” ucapnya dengan terus menggenjot vaginaku tanpa ampun.

Penis itu mengoyak dinding rahimku dengan bebasnya. Genjotan Rendra dari awal selalu keras. Memek sempit yang baru saja diperawaninya kini sudah tidak virgin lagi. Dia menggenjot vaginaku maju mundur dengan kerasnya,

“ Mas… Ouhhhh… terus mas.. Ahhhhh…, ” ucapku mulai meras nikmat.

Rasa sakit hilang, dan rasa senang pun datang. Aku yang sudah mulai menikmati hubungan sex itu, mulailah aku melakukan perlawanan dengan mengoyangkan pantatku kekanan kekiri dan maju mundur mengikuti genjotan penisnya. Hujan yang begitu deras membuat hubungn sex kami semakin intim saja. Entah berapa menit kami melakukan hubungan sex saat itu.

Rendra yang begitu bernafsu terus menggenjot memekku dengan kasarnya. Tak lama kemudian penis Rendra tiba-tiba dilepas dari memekku. Dia mengarahkan penisnya pada perutku, dan

“ ccccccrrroooooottt….ccrrrroooot….cccrrroootttt……., ”

“ aaaahhhhhh………., ” Ucap Rendra dengan wajah puas dan lega..

Dia mengeluarkan air maninya dan dia semprotkan pada perutku. Air maninya sangat banyak dan kental sekali. Puas memperawaniku diapun dengan telaten membersihkan badanku. Selesai itu aku memakai pakaiannku kembali. Singkat cerita, pada malam itu dia tidak mau mengantar aku pulang. Dia menghubungi taxi untuk datang ke sini. Tenda biru itu saksi bisu hilangnya keperwananku oleh Rendra . Aku menangis ketika Rendra bilang bahwa dia sebenarnya bukan tetangga aku, dia hanya pria jalanan yang malam itu nongkrong.

Tanpa kata-kata aku pergi meninggalkannya ketika taxi itu datang. Aku melihat handphone tenyata jam setengah 10 malam. Hujan yang lebat membuat perjalanan semakin lambat. Sesampainya di rumah bapak sudah di depan rumah menungguku. Dia terlihat marah namun aku santai menjawabnya dengan tenang.

Masuklah aku kekamar lalu aku mengunci pintu kemudian aku menangis sepuasnya. Kejadian yang terjadi di bulan suci ini membuat aku sangat sedih dan terpuruk. Semoga Rendra mendapat karma karena membuat aku sudah tidak suci lagi. Sang pencipta pasti akan memberinya karma padanya, aku yakin itu. Sekian.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *