Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Dapat Memek Perawan dari Ilmu Hitam

Cerita Dewasa Dapat Memek Perawan dari Ilmu Hitam – Pada siang itu suasana kantor PT. Langit Sentosa begitu sepi. Di sebuah ruangan, di lantai 3, sang manajer, Pak Subroto namanya, tengah melamun. Sambil duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, ia terus saja berpikir.

Ya, ia memang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Kyla, bawahannya sendiri. Kyla memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 22 tahun, tubuhnya memang sempurna dan menantang birahi setiap pria yang memandangnya. Terutama dadanya yang terlihat amat membusung indah.

Kyla ini sudah cukup lama bekerja di kantor itu. Ia kini menjadi Kepala Bagian Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 35 orang karyawan. Berkali-kali Subroto mengajak Kyla untuk makan malam, tetapi selalu ditolaknya. Berbagai alasan diutarakannya.

Capeklah, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Subroto berpikir keras sejak tadi. Hhemm….. gimana caranya supaya ia bisa takluk di pelukanku ?? Nah.. aku tahu sekarang.. Aku akan menemui orang itu nanti malam.. Tiba-tiba Subroto teringat seseorang yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan Kyla. Dengan penuh semangat, ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah hutan terpencil sekitar 25 kilometer dari rumahnya.

Rupanya, orang yang ia tuju adalah seorang pak tua yang tidak lain adalah dukun ilmu hitam. Namanya Mbah Pojan. Orang ini terkenal di kota itu sebagai dukun santet yang amat sakti. Apapun keinginan orang yang datang padanya pasti tercapai. Ia belum pernah gagal. Orang yang datang padanya tinggal memberinya upah, baik uang ataupun barang yang lain. Tidak jarang mereka menghadiahkan wanita untuk ditiduri oleh sang dukun. Tua-tua keladi, makin tua nafsunya makin jadi.

Saat Subroto sampai di rumah tua itu, segera saja ia mengetuk pintu. Siapa di situ ?? terdengar suara Mbah Pojan dari dalam. Permisiii Mbah.. boleh saya masuk ?? teriak Subroto. Ya, silahkan.. jawab Mbah Pojan sambil membuka pintu kayu yang sudah agak reyot itu. Setelah disuruh masuk, Subroto langsung duduk di ruangan tengah rumah tua itu yang penuh dengan bau kemenyan. Bulu kuduknya terasa mulai berdiri.

Diperhatikannya seluruh isi ruangan itu. Memang menyeramkan suasananya. Ada tengkorak, kepala Rusa, kain-kain bergelantungan yang berwarna hitam dan merah darah, lalu seperti tempat pedupaan yang berada persis di hadapannya. Ada perlu apa, Nak Subroto malam-malam kemari ? tiba-tiba Sang Dukun bertanya. Subroto tentu saja kaget tidak kepalang. Ia tidak menyangka Mbah Pojan mengetahui namanya.

Benar-benar sakti. Gini Mbah… saya butuh pertolongan.. saya suka dengan seorang gadis.. Kyla namanya, kebetulan bawahan saya sendiri di kantor.. tapi saya selalu ditolaknya bila saya mengajaknya keluar makan malam.. Nah ini fotonya.. jawab Subroto dengan terbata-bata sambil mengeluarkan dari kantong kemejanya selembar foto seorang gadis berambut panjang sebahu yang amat cantik. Oh begitu… jawab Mbah Pojan sambil memegang foto itu dan kemudian mengelus-elus jenggot putihnya yang panjang. Bisa.. bisaa.. tapi apa upahnya nanti kalo kau berhasil mendapatkan dia ??

Jangan kuatir Mbah.. Saya sediakan 80jt rupiah buat Mbah.. dan kalo saya bisa mendapatkan dia malam ini juga, 50jt nya saya berikan dalam bentuk cek sekarang juga.. Gimana Mbah ? Baiklah.. jawab si dukun.. Kalo begitu buka pakaianmu.. kau cukup hanya mengenakan celana dalam saja, lalu duduklah dengan posisi bersila di hadapanku.. Subroto pun menuruti semua perintah si dukun. Setelah itu Mbah Pojan kemudian membaca beberapa mantera dan menabur kemenyan di atas pedupaan di depannya.

Tidak lama kemudian, terdengar petir menggelegar dan lampu ruangan itu tiba-tiba padam lalu hidup lagi. Subroto pun kemudian memejamkan matanya. Saat itu juga, roh sukma Subroto seperti terlepas dari tubuhnya dan seperti melayang pergi ke luar rumah itu. Roh sukma Subroto yang setengah telanjang itu bergerak menuju rumah Kyla yang berjarak sekitar 16 kilometer dari sana. Di rumahnya, Kyla tengah berusaha tidur. Ia mengenakan daster putih yang amat transparan. Di baliknya, ia tidak mengenakan apa-apa lagi.

Payudaranya yang menggoda itu jelas terlihat, demikian juga dengan bulu-bulu kemaluannya yang menghitam. Setiap malam, ia selalu tidur dengan cara begitu. Ia merasa gerah karena panasnya udara yang terus saja menaungi ruangan kamarnya. Tiba-tiba saat ia ingin terlelap, berhembuslah angin yang terasa menusuk sum-sum tubuh. Ia terbangun. Jendela kamarnya tiba-tiba saja terbuka dan angin itu masuk. Dan memang angin aneh itu adalah terpaan roh sukma Subroto kiriman sang dukun.

Roh sukma Subroto bisa melihat posisi tubuh Kyla tetapi Kyla tidak melihat apa-apa. Ia hanya merasakan terpaan angin aneh itu. Sekonyong-konyong seperti ada dua tangan kekar merobek daster Kyla. Kyla yang kaget menjadi ketakutan setengah mati. Ia berusaha melawannya. Tapi ia kalah cepat. Daster itu lebih dulu robek. Ia kini telanjang. Dan roh sukma Subroto dengan sengaja mendorong tubuhnya jatuh telentang ke ranjang. Dengan cepat roh Subroto mencium bibir, wajah, leher dan payudara Kyla yang besar itu.

Kyla berusaha melakukan perlawanan. Tapi ia bingung, sebab ia merasakan ciuman-ciuman itu tapi sosok yang menciumnya tidak terlihat. Beberapa menit kemudian, karena putus asa, ia menyerah. Roh Subroto kemudian membuka celana dalamnya. Lalu penisnya yang sudah membesar diarahkan ke mulut Kyla. Karena sudah merasa terangsang oleh ciuman-ciuman itu, Kyla pun mulai mengulum penis besar tegak yang tidak kelihatan tapi terasa wujudnya itu. Ia mengulum, menghisap-hisap, dan menjilat penis itu.

Kalau ada orang yang melihat Kyla saat itu, pastilah orang itu akan mengira bahwa Kyla sedang berpantomim dengan memperagakan gerakan oral seks. Tapi Kyla memang merasa ada penis besar tegak sedang dihisap dan dijilat-jilatnya. Tanpa membuang waktu lagi, roh sukma Subroto segera membuka kedua kaki Kyla. Tampak sekarang liang kewanitaannya yang sudah basah karena terangsang berat. Roh Subroto pun segera mengarahkan penisnya ke liang kemaluan Kyla.

Dengan sekali dorongan kuat, Jleeeebbbppsss… masuklah penis besar tegak itu ke lubang senggama Kyla. Kyla terlihat merem-melek merasakan senjata aneh itu keluar masuk di liang ajaibnya. Darah segar pun mengalir keluar dari vaginanya. Darah perawan, karena memang selama ini Kyla belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Karena merasa keenakan, Kyla pun mengimbanginya dengan menggerak-gerakkan tubuhnya ke atas, ke bawah dan berputar-putar sambil merintih…. Aaauuuwwwhhh….. Aaaaaachhhh… Sssseessssshhh…. Ooouuuccchhh……..

Kemudian roh sukma Subroto pun mengangkat tubuh Kyla dan menyuruhnya untuk menungging. Ia lantas menusukkan penisnya dari belakang. Dan penis itu pun masuk tanpa halangan lagi. Kyla terlihat menikmati tusukan penis itu. Dan setengah kemudian, roh sukma Subroto pun seperti akan mencapai puncak orgasmenya dan ia pun menyemprotkan Spermanya ke sekujur tubuh Kyla yang saat itu telah tergolek tidak berdaya.

Setelah puas, roh itu seolah-olah terbang kembali ke tempat asalnya. Kyla yang kemudian tersadar, menjadi bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi. Tapi kemudian ia sadar bahwa sesosok makhluk tanpa bentuk telah menodainya dan ia tidak tahu siapa sebenarnya makhluk itu. Ia lantas menangis tersedu-sedu. Ibarat Nasi sudah menjadi bubur.

Ya, keperawanannya telah hilang. Entah apa yang akan dikatakannya pada Johan, pacarnya bila akhirnya mereka menikah suatu hari nanti. Sementara itu di rumah sang dukun, Subroto yang telah berpakaian lengkap kembali, tersenyum puas. Terima kasih Mbah.. Ini cek senilai 50jt yang tadi saya janjikan.. Saya akan memberikan sisanya bila Mbah mampu membuat Kyla menjadi tergila-gila pada saya.. ujarnya dengan senyuman licik di wajahnya.

Ooh.. itu gampang.. telan saja telur empedu rusa Kalamujeng ini.. dijamin besok pun gadis itu akan kau nikmati lagi kemolekan tubuhnya.. jawab si dukun sambil mengambil sebuah benda mirip telur hijau kecil dari kantong jubah lusuhnya. Tanpa pikir panjang lagi, Subroto menelan telur itu. Keesokan harinya, apa yang dikatakan Mbah Pojan benar-benar terjadi.

Saat suasana kantor pagi itu belum terlalu ramai, pintu kantor Subroto diketuk seseorang. Ketika Subroto menanyakan siapa yang mengetuk, terdengar suatu suara lembut.. Maaf Pak.. saya ingin berbicara sebentar dengan Bapak.. Mendengar suara itu, bukan main girangnya hati Subroto. Ya, itu suara Kyla. Inilah kesempatan yang ia tunggu-tunggu.

Dengan bergegas ia membuka pintu itu, dan ternyata benar. Kyla tampak cantik berdiri di sana dengan mengenakan rok mini. Sebuah senyuman genit tampak di wajahnya. Tanpa membuang waktu lagi, Subroto menarik tangan Kyla. Ia lalu membawanya ke sofa besar di pojokan ruang kantornya itu. Dengan cepat ia mencium bibir Kyla dan Kyla pun membalasnya dengan semangat. Tangan Subroto pun segera menggerayangi tubuh mulusnya. Pertama-tama yang dituju adalah tentu saja buah dada besarnya.

Dibukanya kancing kemeja Kyla, lalu disingkapkannya BH-nya, dan segera saja payudara itu diremas-remasnya tanpa ampun. Kyla tentu saja menggelinjang hebat. Ooouuuuusssshhh…. Aaaaaaccchhhhh… Lalu ia dengan inisiatif sendiri membuka semua pakaiannya. Melihat itu, Subroto tak mau kalah. Penisnya sudah tegang seperti siap untuk berperang. Tanpa disuruh lagi, saat keduanya sudah telanjang total, Kyla jongkok dan meraih penis itu untuk dikulum, dihisap-hisap lalu dijilatnya sambil membelai-belai kantong zakar Subroto.

Subroto merasakan kenikmatan surga dunia yang tiada taranya. Kepala penisnya dijilat-jilat dengan penuh nafsu oleh Kyla. Setelah penis itu benar-benar tegak, kini giliran Subroto yang mencoba membuat Kyla terangsang. Diciuminya bulu-bulu kemaluan Kyla, lalu lidahnya dengan sengaja dijulurkan ke dalam vagina Kyla sambil berusaha menarik-narik keluar klitorisnya.

Uuuuucccchhh… Aaaaaasssshhh… Oooouuucccchh… Hheemmmpphhh…. aduh nikmatnya.. Terus Pak.. terus.. kata Kyla dengan tangannya memegang kepala Subroto yang kini sedang bergerilya di pangkal pahanya. Masukin sekarang aja Pak.. kumohon.. Sayangku.. Mendengar itu, Subroto segera mengajak Kyla bermain di atas meja kantornya yang cukup besar. Subroto rebahan di sana dan Kyla langsung naik ke atas pahanya.

Posisi mereka berhadapan. Dengan penuh kelembutan, Kyla membawa penis Subroto yang sudah tegak dan besar itu ke liang kenikmatannya. Dan ia pun dengan sengaja menurunkan pantatnya Dan, Jlleeeebbpss… Oooooohhhh… penis itu masuk separuhnya ke lubang kemaluan Kyla. Sementara Kyla terus saja naik turun di atas pahanya, Subroto segera dengan posisi duduk meraih payudara Kyla dan mencium serta menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang disusui oleh ibunya.

20 menit telah berlalu, tapi permainan birahi mereka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kemudian Subroto turun dari meja itu, lalu menyuruh Kyla menungging dengan tangan berpegangan pada pinggiran meja itu. Penisnya yang kini telah basah oleh cairan vagina Kyla kembali diarahkan ke lubang senggama Kyla.

Dengan sekali tancap dan dorongan kuat, penis itu masuk. Jlleeebbppss… Plook.. Plookk.. Ploookkk…. terdengar bunyi daging paha keduanya bergesekan dengan keras. Tiba-tiba saja, kedua mata Subroto terbeliak yang berarti ia sebentar lagi akan ejakulasi. Di dalam atau di luar Kyla sayang ?? tanyanya di tengah-tengah puncak nafsunya. Di dalam aja deh.. biar nikmat Paak.. jawab Kyla seenaknya. Dan benar saja… Crooot.. croooot.. crooot.. croooooottt.. sebanyak 4 kali semprot, Sperma Subroto keluar di dalam liang senggama milik Kyla. Sisa-sisa sperma yang ada pada kepala penis Subroto, kemudian dibersihkan oleh Kyla dengan lidah dan mulutnya. Bahkan sebagian di antaranya ada yang ditelan olehnya.

Keduanya kemudian saling melemparkan senyum puas. Sejak itu, Subroto dan Kyla menjadi sepasang kekasih. Dimana pun mereka memiliki kesempatan, mereka selalu berhubungan seks. Sampai saat itu, Kyla tidak pernah tahu bahwa Subroto lah yang pertama kali memperawaninya melalui roh sukmanya. Memang dasyat ilmu hitam Mbah Pojan ini..

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *