Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Bersetubuh Pertama Kali dengan Kekasih Perawan

Cerita Dewasa Bersetubuh Pertama Kali dengan Kekasih Perawan – Pagi itu aku tidak ada jadwal kuliah sehingga hari ini aku punya acara bebas dari pagi sampai malam. Jam 6.30 pagi aku udah mulai mandi pagi, sambil mikirin rencana hari ini. Sehabis ganti baju dan sarapan, aku ninggalin tempat kos-ku dan bawa motorku ke rumah pacarku Quini

Sekitar jam 7.30 pagi aku udah nyampe di rumahnya, kebetulan hari ini dia juga lagi libur. Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, akhirnya Quini membukakan pintu depan rumahnya.. loh kok sepi.. pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya… Oh Mama lagi ke Pasar lalu adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR sih katanya.

Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja.. Hehehe…

Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum. Iiih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja… Tapi suka kan ? hihihi..

Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih oke dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa BH itu dengan sempurna, memperlihatkan lekukan dada wanita yang sempurna.

Kebayang waktu kenalan dulu, ah tangannya putih sekali dan mulusnya minta ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin.

Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu sayang.. aku agak kaget juga.
Eeh… makasih ya.. kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya, Quini cuma make celana pendek tipis dan kaos tipis ketat putih tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan belahan dadanya yang putih dan montok.

Aku minum ya… wah masih panas sekali.. kataku sambil pegangin mulutku yang kepanasan.. Quini ketawa… makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk sayang.. Waah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi.. kataku.

Aduh kasiaaan… sini aku lihat dulu… kata Quini sambil duduk disampingku dan memegang mulutku.. Aku diam dan memperlihatan lidahku yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi… Oooohh…

Kudekatkan dudukku pada tubuh Quini, sambil tangannya melihat-lihat lidahku, tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu.

Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok membuat kontolku bangkit dan mulai membesar dengan cepat, hingga menyesakkan celana yang kupakai.. Waah.. kok sampai merah gini… kata Quini, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akupun gantian mengulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan.

Tiba-tiba Quini mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku, bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kontolku yang sudah mengeras… Iih adikmu sudah berdiri… katanya sambil menggoyangkan pantatnya diatas kontolku.

Kulihat matanya sudah sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga, kelihatannya salah satu titik rangsangannya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya, lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH Hitam yang dipakainya, sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok itu.

Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, puting susunya yang sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung, kujilati puting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan. Ssssseeeessshhh…. Aaaaahhhh….

Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluk tubuhku erat sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas kontolku yang tegak dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah montok dan padat.

Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku,
Sayangg.. kita ke kamarku yuk, takut di ruang tamu ada yang masuk, lagian disana kan lebih leluasa, tapi aku minta digendong ya… pintanya manja. Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Quini diatas kasur.

Dalam ketegangan kontolku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Quini, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BH nya kubuka perlahan dan CD kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Quini meraih kancing dan resleting celanaku dan didapatinya kontolku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kami berdua telanjang bulat dan hanya CD Quini yang masih dipakainya.

Tiba-tiba tubuhku didorongnya… berdiri dulu sayang… katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Quini pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kontolku yang sudah sangat tegang.

Aku belum pernah lihat Penis lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali sayangg sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya.. boleh aku belai sayang ?.
Tentu saja, belai ciumi dan manjakan kontolku yang besar ini sayang.. kataku.

Kontolku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfect size-lah menurut ukuran pacarku.

Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Quini menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kontolku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kontolku yang sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan sepongan, istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kontolku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah nyepong ya, pacarku marah besar.. bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benar-benar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih.

Sambil duduk dipinggir kasur kubuka pahaku sehingga kontolku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Quini jongkok dibawah sambil membelai perlahan kontolku, jari-jarinya menari-nari sepanjang kontolku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Quini sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya.

Dari pangkal kontolku, dekat anus, tiba-tiba Quini menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol kontolku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang kontolku, hingga akhirnya kepala kontolku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.

Sampai akhirnya batang kontolku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahan-lahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 4cm. Masukkan semuanya dong.. pintaku… Gimana mau masuk lagi, kontolmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.

Akhirnya keluar masuk kontolku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggam… pikirku… kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kontolku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.

Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan musik membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Quini kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benar-benar merangsang, matanya berbinar, bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan puting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD nya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Quini diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu. Aaaaaaahhhh…. Sssseeeesshhh…. Oooouuuwwwssshhh….

Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Quini bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.

Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Quini yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina Quini, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat, namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Quini melenguh keras sambil menggoyangkan dan mengangkat pantatnya. Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.

Sayaangg…. tolong aku sayanggg…. masukkan Penis besarmu ke vaginaku… Aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis. Jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah… kataku masih sadar, meskipun aku juga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.

Biarlah sayangg… aku rela memberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu… kata Quini sambil mulai menarik kontolku ke arah vaginanya yang membasah.

Kontolku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Quini, sangat tegang dan begitu membesar. Dengan masih deg-degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kontolku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kontolku ke mulut vaginanya rasanya seret dan sulit sekali, kulihat Quini sedikit meringis sambil membuka mulutnya dan sedikit menjerit….. Aaauuwwwhhhhh…. Aaaaaahhhhh….. namun akhirnya kepala kontolku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangatan vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, hampir masuk setengah, Quini tiba-tiba berteriak dan menjerit… Aduuuuh Sayanggg saaakiiit sekaliii…. katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut.. katanya.

Aku cabut aja ya ?
Jangaaan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yang sudah merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang kontolku.

Kulihat Quini meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan pantatnya dan tentunya akhirnya kontolku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yang belum pernah kurasakan, kontolku serasa digigit bibir yang kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali. Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, sayang rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan kontolmu yaaa… rasanya nikmat sekali.

Perlahan aku mulai mengayun batang kontolku keluar masuk ke vagina Quini, kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta kontolku untuk dimasukkan dalam-dalam ke vaginanya.

Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di vaginanya, dan kupercepat ayuhan kontolku di vaginanya. Quini berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku, kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku. Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku, kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan kontolku seluruhnya di dalam vaginanya.

Oooohh… Sayang aku mau keluarr….. Aaaaacccchhhh…. Sssseeesshhh… Ouuuuuwwhh…. Aku merasakan nikmat yang amat sangat, kontolku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di kontolku, dan aku yakin kontolku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam vagina Quini, sepertinya aku juga akan mengeluarkan Spermaku.

Kubuka sedikit jepitan kaki Quini dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Quini kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari vagina Quini, kontolku rasanya licin sekali karena cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku pompa kontolku keluar masuk dari vagina Quini.. Nikmat sekali rasanya.

 

Ada mungkin kira-kira 2 menit ku pompa kontolku di vagina Quini, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam kontolku dan akhirnya… Crooott… Croottt.. Crrroottt… Crrroottt….. Kontolku yang sudah kucabut dari dalam vagina Quini, ku arahkan di atas perut mulusnya dan semburan Spermaku muncrat sampai ke rambut, pipi, sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Quini, ku urut-urut batang kontolku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.

Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Quini, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Quini terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yang terpejam menetes air mata. Ku seka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga… Sayang hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yang berharga yang kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini… Aku sangat mencintaimu Sayangg…

Quini bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan putih itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan putih itu.

Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita sayangg… Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan.. Hari ini aku telah kau berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku.

Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Quini, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yang sama, tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Quini. Sayang, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yang memang aku idamkan selama ini.

Keringat yang mengalir di badanku diseka Quini dengan handuk dan dia membersihkan kontolku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi. Iiihh.. si adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa sayang.. Aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 10.30.. Aku takut kalau tiba-tiba mamanya pulang.

Kugandeng tangan Quini dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama, saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat mandi dan Quini sempat memainkan kontolku yang sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku, sekitar 3 menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Quini tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *