Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

indosexqq Bersetubuh dengan Teman Kost Setelah Pijit-Pijit

Cerita Dewasa Bersetubuh dengan Teman Kost Setelah Pijit-Pijit – Kisah ini bermula saat aku kuliah di Jakarta, dimana saat itu aku masi berusia 19 tahun dan sebut saja namaku Ricky. Aku tinggal disebuah kost-kostan yang tidak jauh dari tempatku kuliah hanya sebuah kamar beserta kamar mandi didalam dan cowok maupun cewek diterima ngekost disini.

Karena yang tinggal rata-rata para pekerja shift kadang aku jarang berjumpa dengan mereka. Ada 1 cewek yang tinggal disebelah kamarku sebut saja namanya Yuni yang usianya saat itu kira-kira 21 tahun dengan tinggi 167 cm dan berkulit putih, mempunyai body yang sangat bagus dan dadanya lumayan besar.

Seperti biasa tiap aku pulang kuliah sebelum mandi aku duduk didepan kamar hanya dengan memakai handuk dan kaos dalam, menghabiskan sebatang rokok dan menunggu Yuni lewat pulang kerja. Dari jauh aku melihat dia berjalan kearah depan kamarku karena memang kamarnya terletak paling pojok setelah kamarku.

Sore Yuni, baru pulang kerja Yun ? tanyaku ramah.
Iya Ricky jawabnya juga ramah sambil tersenyum padaku.
Kok keliatannya capek banget Yun ? lagi banyak kerja ya ??
Iya nih, aku lagi dikejar deadline kerjanya banyak banget, badannya pada pegel-pegel.
Hmm.. ntar mau beli makan bareng ga Yun ??
Enggak kayanya Ric, aku boleh nitip gak Ric ?
Ya boleh Yun.. apa sih yang gak buat Yuni.. hehe..

Sebelum masuk kekamarnya, Yuni memberiku uang 20rb dan nitip makanan untuk nanti malam. Sehabis mandi aku beli makanan dan lansung kekamarnya ngetok pintu… tokk.. tookk.. tookkk..

Yuniiiiii…..

Karena ga ada jawaban aku langsung buka pintu dan melihat Yuni terbaring ditempat tidur yang kepalanya masi dililitkan handuk, mungkin habis mandi sambil dia menunggu rambutnya kering tapi malah ketiduran dan kakinya masi belum dinaikin kekasur. Tanpa pikir panjang aku masuk dan menutup pintu lalu meletakkan makanan yang baru kubeli. Kuangkat kakinya dan kunaikan ditempat tidur.

Perlahan Yuni membuka matanya dan tersenyum padaku..
Kamu baik banget Ricky.. katanya dengan nada pelan..
Aah, gpp Yun.. kasian aja kamu kecapean, kalo kamu mau aku pijitin kakinya ya ??
Ga usah dhe.. nanti ngerepotin kamu aja Ricky..

Aku ga dengerin omongannya, seketika aku mengambil lotion dan mulai memijit kakinya.. memang saat itu dia udah memakai celana pendek longgar selutut dan baju kaos rumahan.. Aku mulai pijit jari-jari kakinya Yuni sampai ke tumit. baru sebentar tapi Yuni udah ketiduran pulas banget dan sekitar setengah jam aku terus memijitnya sampai dia terbangun lagi.

Aduuuh Ricky maaf ya.. Yuni ketiduran soalnya pijitan kamu enak banget.. katanya agak malu.
Gpp kok Yuni.. kan aku udah bersertifikat dari departemen pijit-memijit.. candaku padanya.
Iiihh.. kamu bisa aja, ada loh 30 menit aku ketiduran tapi kamu mijitin aku terus ya ?? Tanyanya..
Iya Yun, biar Yuni bangunnya nanti seger kasian lagi banyak kerja, kalo Yuni mau aku pijitin betisnya sekalian ya ?? Tanya ku pada Yuni.
Beneran gpp nih Ricky ??
Iya Yun gpp kok, aku seneng bisa bantuin mijitin Yuni.. lagian Yuni juga enak mijitnya kulitnya halus banget..

Yuni hanya tersenyum dan langsung membalikkan badannya tengkurap sambil memeluk bantal, dan aku pun mulai memijit betisnya yang sangat indah itu.. Saat itu aku ga tau kalau Yuni memasukkan tangannya kebelakang baju meraba punggungnya sendiri, sekilas aku lihat dia kayanya membuka pengait BH nya dan mulai tengkurap lagi.

Aku berfikir kayaknya Yuni udah ngasi lampu hijau buatku untuk memijit punggungnya dan saat itu terlintas aja dalam otak ku seandainya itu terjadi aku bisa dengan leluasa menyentuh kulitnya yang sangat terawat itu.. Baru aja kepikiran kayaknya dalam celanaku ada yang merespon dan langsung aja seketika celanaku menjadi sempit karena kontolku udah berdiri duluan.

Kamu bisa mijitin punggung sama pinggangku juga gak ya Ricky ??

Seketika aja aku jadi kaget dia ngomong gitu, baru aja aku menghayal malah uda dikabulkan.

Eeh.. oh iya.. bisa kok Yuni jawabku gelagapan.
Pinggangku nyeri semua duduk seharian dikantor nih.. katanya lagi.
iya Yuni.. aku pijitin sekalian soalnya aku juga tau titik-titik syaraf biar bisa agak enakan kamunya..

Aku duduk menyamping disebelah Yuni. Pertama aku sedikit deg-degan juga coba menaikan baju Yuni keatas dan aku tertegun melihat punggungnya secara lansung karena sangat putih mulus dan tanpa cacat sedikit pun.

Mulai aku usap pinggangnya pelan-pelan naik keatas kepunggung dan benar aja dugaanku tadi dia udah membuka pengait Bh nya.. Saat aku mijit punggungnya kadang dekat pangkal lengannya jariku menyentuh pinggiran payudaranya dan saat aku mau memijit pundak dan belakang lehernya, Yuni seperti tau kalo bajunya menghalangi tanganku dan seketika dia malah mambuka bajunya sambil tengkurap dan tetap memeluk bantal dan mengempitkan payudaranya yang besar itu.. Aku udah bener-bener ga tahan rasanya karena kontol dalam celanaku udah keras dari tadi.

Karena udah seperti ini aku memberanikan diri naik duduk diatas pantat Yuni yang bohay seperti orang menunggang kuda.. Aku mulai pijit punggung Yuni dengan menekan kedua jempolku dititik syarafnya.

Tanpa aku sadari rupanya penisku tepat berada ditengah-tengah pantatnya dan menekan sangat kencang.. Bukannya marah malahan Yuni mulai memutar-mutarkan pantatnya supaya bergesekan terus dengan penisku.. Aku tau dia udah mulai terangsang dengan mengeluarkan erangan-erangan erotis dari mulutnya.

Hhheemmpphh… Ooooohhhh…. enak Ricky.. terusss ditekan lagiiii… Ooooohhh..

Seketika Yuni membalikkan badannya sehingga aku yang tadi memegang punggungnya kini malah memegang kedua payudaranya yang besar montok dan mengacung keatas.. Tanpa banyak omong kedua tangannya menarik kepalaku dan mencium bibirku aku pun membalasnya. Kamipun berciuman… tanganku yang tadi memegang payudaranya sekarang mulai meremas-remas dan memelintir kedua putingnya.

Ricky.. aku mau kamu mijitin aku sampai tuntas malam ini ya sayanggg… katanya sambil membuka celana dan CDnya.
Oke Yuni sayanggg… kataku juga sambil membuka semua pakaianku.

Penisku yang dari tadi tertahan dicelana sekarang bebas berdiri dengan kerasnya.. Yuni keliatan senang dengan ukuran penisku yang lumayan besar dan panjang.

Kami pun mulai berciuman lagi dengan posisi Yuni masi dibawah, aku menciumnya dengan lembut tangan kiriku meremas kedua payudaranya bergantian dan kadang memelintir putingnya, tangan kananku mulai menjamah perutnya dan turun kepusar kebawah dan aku rasakan bulu halus diatas vaginanya lalu aku merasakan itilnya yang udah basah dengan lendir kewanitaanya, itilnya aku putar dan aku tekan dengan lembut.

Oooouuuccchhh… Hhhheemmpphhh… SSseeessshhh…. Aaaacccchhh… nikmat banget sayangg.. desah Yuni.

Ciumanku mulai turun menjalar kelehernya dan terus kebelahan dadanya aku mengecup putingnya yg kecil berwarna kemerahan itu lalu menghisapnya dengan rakus bergantian kiri dan kanan. Seketika dia menggelinjang merasakan hisapanku diputingnya.

Setelah itu ciumanku turun kebawah lagi kepusarnya dan tanganku berusaha melebarkan kakinya selebar mungkin dan terpampanglah pemandangan indah Yuni dengan tubuh bohay itu sedang mengangkang pasrah dengan vagina yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus dan bibir vagina yang berwarna kemerahan.

Bibirku mendekat ke vaginanya aku kecup itilnya dan lidahku mulai menjilati benda kecil itu aku hisap dan aku pelintir dengan mulutku. Yuni tidak kuasa menahan nikmat yang aku berikan, badannya terus bergerak dan pantatnya terus diputar-putar.. Mulutnya mengoceh tidak karuan.

Tangan kiriku meremas-remas payudaranya dan tangan kananku mulai memasukkan jari kedalam liang vaginanya yang semakin basah, Yuni menekan kepalaku sangat kuat kearah vaginanya dan menjepit kepalaku dengan pahanya.

Ooouuuccchhhh…. Aaaaaaaaacchhhh… desahan panjang diiringi menyemburnya cairan vaginanya Yuni setelah orgasme tepat dimulutku .

Sekarang Yuni mendorong badanku berdiri disisi tempat tidur, dia berjongkok menghadap kearah ku dan tangannya mulai mengelus dan meremas-remas penisku setelah itu dia mulai menjilati penisku dari pangkal hingga ke ujungnya.. Tangan kirinya membelai kedua buah zakarku dengan lembut dan yang kanan memegang batang kejantananku..

Saat Yuni mulai memasukkan penisku ke mulutnya terasa sangat nikmat sekali, tangannya mengocok batang penisku pelan-pelan dan mulutnya terus menghisap dan menjilati kepala penisku dengan rakus.. Dia coba memasukkan penisku kedalam mulutnya tapi cuma setengah karena mentok dikerongkongannya.

Saat yang dinanti datang.. Yuni duduk mengangkang dipinggir tempat tidur tepat didepanku yang masih berdiri, dia mengarahkan penisku ke lubang vaginanya, aku mulai memasukkan kepala penisku ke vaginanya pelan-pelan terasa masih sempit dan seret.

Saat baru kepala penisku masuk, aku menariknya keluar lagi sampe 4x biar terbiasa.. Tapi Yuni yang ga sabaran malah mengunci pantatku dengan melingkarkan kedua kakinya dipantatku dan mau penisku dimasukkan semua.

Yuni meremas kedua bahuku dengan gemas karena seperti aku mempermainkannya, aku coba menekan lagi pelan-pelan dan penisku udah masuk setengah Yuni mendongak keatas menahan nikmat, aku mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan dengan satu tekanan kuat Jllleeppppsss… penisku masuk semua sampai kepangkalnya, saat itu juga Yuni berteriak kecil Aaaaawwwhhh…. dengan mata terpejam.

Dimulailah permainan kami, aku menggenjot vagina Yuni kadang pelan dan kadang kayak orang kesetanan, aku memaju-mundurkan pantatku diiringi irama penisku yang bergesekan dengan liang kewanitaannya, cairan vaginanya yang sebelumnya keluar jadi pelicin dan menimbulkan bunyi yang sangat erotis. Kami berdua bermandikan keringat memacu birahi yang udah sama-sama memuncak. Yuni mengusap dadaku dan meraba perutku yang rata.

Badan kamu bagus Ricky sayangg.. pasti stamina kamu kuat… katanya.
Iya donk sayang, aku kan rajin olahraga tiap pagi.. hehe.. jawabku centil.
Ooouuuuwwhhhh…. Sssseeesshhh… puasin aku sayangggg……
Pasti sayanggg… sepuas yang kamu mau sayanggg….

Yuni mencengkram bahuku kuat yang aku tau dia sudah mau nyampe lagi dan aku lebih mempercepat ritme goyanganku.

Oooohhhh…. Aaaacchhhh… Hheemmpphhh… Ssseeeesshhh… erangan keluar dari mulut Yuni disertai lagi dengan orgasme keduanya.

Aku mencabut penisku dari vagina Yuni yang lagi-lagi udah basah sama cairan orgasmenya dan meminta dia balik badan menungging kearahku. Yuni udah agak lemas kayaknya tapi dengan senang dia menuruti kemauanku.

Dari belakang dengan posisi menungging aku lebih bernafsu lagi melihat tubuhnya yang sintal ditambah dengan pantatnya yang besar basah oleh keringat, lipatan vagina yang sangat sempurna menyembunyikan itil nya didalam. Aku arahkan kepala penisku ke vaginanya dan mulai memasukkan kepala penisku pelan-pelan.

Sambil memaju mundurkan pantatku aku mencengkram kuat kedua pinggang Yuni membuat dia merintih dan mendesah yang membuatku semakin kencang memompa vaginanya dari belakang.

Ooouuwwwhhh… Sssseeesshhh…. Hhheemmppphhhhh… Aaaaaacchhh… katanya.

Lumayan lama dengan posisi menungging dan kayankya Yuni udah mau keluar lagi.. dia mau ganti posisi dan memintaku berbaring lurus ditempat tidur dengan gaya dia diatasku. Aku menurutinya sambil berbaring dan Yuni lansung berjongkok diatas tubuhku sambil mengarahkan kepala penisku ke vaginanya dan dengan satu tekanan Jlleeppss… masuklah penisku masuk semua ke vaginanya.

Dia naik turun menghujamkan penisku keluar masuk ke vaginanya.. Goyangannya sangat erotis dengan sekalian memutar pantatnya ke penisku. rasanya sangat nikmat penisku bagai diurut dari ujung sampai pangkalnya.

Tak lama akupun rasa udah mau keluar aku mempercepat gerakanku ke vaginanya.
Oooooooohhhh…. Ssseeeesshhhh…. Ennnaaakkkk… Yuuunnnn…. akuuu ma.. ma… mauuu keluuarrrr….. jugaaaa… kataku terbata-bata.
Iya sayang Hheemmpphh… aku juga mau keluarr lagiii Oooouuucchhhh…. kata Yuni.

Diiringi teriakan kami berdua aku menekan penisku sekuat-kuatnya kelobang vagina Yuni dan akhirnya croott… crooott… crootttt… croottttt…. Spermaku tumpah semua didalam vaginanya dan Yuni pun sama orgasme, cairannya keluar membasahi penisku. Seketika Yuni langsung lemas dan merebahkan tubuhnya diatas tubuhku dan aku menerimanya dalam pelukanku, aku mengecup lama keningnya, tampak dia memejamkan mata dan puas sekali.

Terimakasih banyak sayanggg.. aku puas banget malam ini.. kataku pada Yuni..
Aku yang seharusnya terimakasih sayanggg… kamu udah memenuhi keinginanku, minta dipijit sampai tuntas sama kamu.. Bukan itu saja, kamu gentle banget setelah main langsung memelukku, mengecup keningku dan berterimakasih aku sangat bahagia.. kata Yuni..

Wanita secantik Yuni pantas mendapatkan yang terbaik, dan aku sebagai lelaki wajib memberikannya..
Oohh Rikcy sayangg.. beruntung banget wanita yang nanti mendapatkan kamu.. gak kayak cowok aku.. Baru 2 menit aja udah langsung KO duluan dan langsung tidur…
Ah Yuni.. ga perlu repot-repot mencari wanita itu.. karena dia sekarang ada dalam pelukanku.. Gombalku..

Yuni hanya tersenyum dan memelukku erat, kami berciuman lagi sampai akhirnya tertidur. Dan saat pagi kami bangun dan mengulang permainan lagi. Setiap ada kesempatan kami main lagi tidak tau tempat tidak tau waktu.. lagi dan lagi..

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *