Download APLIKASI UNTUK MENONTON FILM BOKEP YANG TERBLOKIR
X CLOSE Situs Poker Online Terpercaya

Cersex Dewasa Nikmatnya Sensasi Bercinta Dengan Bidadari Kecil

Anda sedang membaca Cersex Dewasa Nikmatnya Sensasi Bercinta Dengan Bidadari Kecil hanya di INDOSEXQQ.

Silahkan menggunakan tombol Bookmark untuk mendapatkan notifikasi Cersex Dewasa dilain waktu saat anda mengunjungi INDOSEXQQ. Kami merasa senang dan tersanjung jika INDOSEXQQ bisa menjadi salah satau situs cersex dewasa favorit anda.

 

Cersex Dewasa Nikmatnya Sensasi Bercinta Dengan Bidadari Kecil

 

Cerita Dewasa – Namaku Bambang, aku berusia 34 tahun dan seorang pengusaha yang cukup sukses. Walau sudah dikaruniai anak dan istri yang cantik, aku masih tidak bisa menghilangkan kebiasaanku yang dulu yaitu suka bermain perempuan.

Bagiku hubungan seks dengan wanita yang berbeda memberikan kenikmatan yang berbeda pula. Berbagai macam hal berbau prostitusi sudah sering aku datangi mulai dari lokalisasi, tempat pijat bahkan lewat media online. Dalam hubungan seks aku memang cukup handal, tidak jarang para wanita penjajah seks yang justru menikmati permainanku. Apalagi aku memang selalu berpenampilan menarik dan tidak pernah terburu-buru soal berhubungan seks.

Saat ini aku sedang dalam perjalanan bisnis ke luar kota bersama Pak Irwan, orang kepercayaanku sekaligus karyawan paling jempolan di perusahaanku saat ini. Pak Irwan adalah pria paruh baya bertubuh gemuk dengan rambut yang mulai memutih. Walaupun sudah berumur, Pak Irwan juga memiliki hoby yang sama denganku dalam hal perempuan, hal itu juga yang menjadikan kami berdua begitu klop.

Dan kali ini, kami tengah dalam perjalanan menaiki mobil ke luar kota untuk melakukan negosiasi dengan salah satu klien kami. Tentu saja seperti biasa Pak Irwan lah yang di tugaskan untuk mengatur masalah perempuan.

Gimana Pak, selimutnya sudah siap nih? tinggal dikirim ke hotel saja ujar Pak Irwan yang tengah menyetir di sampingku.

Wah.. cocok kalau begitu, atur saja.. aku terima beres saja..

Tapi.. agak mahal nih pak dan dijamin puas kata maminya sih gitu. Tambah Pak Irwan sambil mengancungkan ibu jarinya.

Aman.. yang penting proyek ini goal, soal bayaran gak jadi masalah Pak.

Hahaha.. oke kalau begitu, nanti saya hubungi lagi maminya. Balas pria paruh baya berperut buncit tersebut.

Ternyata perjalanan cukup lancar, tepat sebelum makan siang mereka pun sudah sampai di tujuan. Sambil makan siang dengan santai kami pun mulai melakukan negosiasi dengan Klien kami. Dan seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, negosiasi pun berjalan dengan mulus.

Setelah menyerahkan beberapa kelengkapan dokumen. kami pun bergegas ke hotel yang sudah dibooking sebelumnya. Setelah sampai di kamar masing-masing, aku pun segera mandi dan berganti dengan pakaian yang lebih santai sambil memberi kabar kepada istriku. Dan tak lama kemudian bel kamar pun berbunyi.

Dari kaca aku intip pintu, terlihat Pak Irwan tengah berdiri di balik pintu. Aku pun segera membukakan pintu untuknya dan melihat dua remaja yang terlihat masih sangat belia berdiri di samping Pak Irwan.

Pak.. ini sudah datang.

Aku pun sempat syok saat melihat dua remaja berwajah imut tersebut, dapat aku perkirakan usia mereka masih kurang dari 16 tahun.

Cindy.. Om..

Mila..

Kami pun berkenalan, Gila sungguh gila.. aku sama sekali belum pernah merasakan wanita semuda mereka. Batinku bersemangat saat aku merasakan lembutnya tangan mereka ketika bersalaman.

Silahkan Pak bos yang memilih duluan. Saya sisanya saja hehehe.. ujar Pak Irwan sambil mengelus perut buncitnya.

Aku pun langsung dihadapkan dengan pilihan sulit. Si cantik Cindy dengan penampilan yang lebih dewasa karena memakai make up dan baju yang lebih menantang dan terbuka memperlihatkan kemulusan kulit putihnya.

Sedangkan yang satunya Mila, dengan penampilan lebih kalem dan manis. Dan dari penampilannya pasti tidak ada yang mengira kalau dia adalah wanita panggilan. Tubuhnya lebih imut dan payudaranya terlihat menggemaskan dibalik kaus yang ia kenakan.

Jangan bengong Pak atau mau dua-duanya saja? saya mah gampang saja. Ujar Pak Irwan cengengesan.

Jujur saja ke imutan Mila yang sangat manis langsung mencuri perhatianku. Namun aku takut kalau Mila akan bersikap pasif dibandingkan Cindy yang terlihat lebih centil. Berkali-kali aku menatap sekujur tubuh dua remaja belia di depanku. Ini benar-benar pilihan yang sulit untukku.

Aku pilih Mila.. Ucapku dengan rasa penasaran akan remaja yang manis ini.

Ok Pak.. ayo Cindy sayang.. ujar Pak Irwan Sambil cengengesan dan langsung merangkul Cindy lalu memboyongnya masuk ke kamar sebelah meninggalkan aku dan Mila.

Ayo kita masuk.. ajakku kepada Mila yang masih terlihat canggung.

Sesampainya di dalam kamar hotel, aku pun mempersilahkan Mila untuk duduk di pinggir tempat tidur dan memberikannya sekaleng softdrink dingin.

Sudah makan..? tanyaku sambil duduk di samping Mila dan mencoba membuka obrolan.

Sudah.. jawab Mila yang tertunduk sambil memegangi kaleng softdrink yang masih tersegel.

Aku pun tersenyum melihat Mila yang yang terlihat canggung. Apes.. Aku sudah tau bakalan gini jadinya kalau pilih yang innocent, tapi masih aja aku ulangin. Aduhh.. maki aku mengutuk kebiasaanku ini.

Udah gak usah takut, kamu santai-santai saja di sini sampai besok. Om lagi males gituan kok.. Om cuma nemenin temen Om yang tadi aja. Ujarku patah semangat dan mulai kembali sibuk dengan laptopku.

Aku memang bukanlah tipe hidung belang yang suka memaksakan kehendak. Aku tidak menginginkan permainan seks yang searah walau ke imutan Mila sungguh membuat birahiku berkobar-kobar saat ini.

Ma..maksud Om..? tanya Mila yang paham maksudku.

Udah.. Om lagi males maen jadi tenang saja dan Om gak akan lapor mami kamu..

Tapi Om udah bayar.. Mila mau kok. Maaf Mila masih baru jadi masih bingung mau gimana.. Om mau sekarang? Mila mandi dulu yah.. ujar remaja imut tersebut kelabakan dan merasa tidak enak hati kepada sikap baik pria yang telah menyewanya.

Hahaha.. udah-udah jangan ketakutan gitu, sini duduk temenin Om kerja aja yah? ujarku sambil memberikan tanda agar Mila duduk di pangkuanku.

Dengan wajah bingung remaja mungil tersebut pun menghampiriku dan duduk dipangkuanku. Kerja yah Om? tanya Mila polos sambil mengintip monitor laptopku.

Iya.. kamu umur berapa? tanyaku yang mulai kehilangan konsentrasi karena aroma tubuh remaja belia dipangkuanku ini.

15 tahun Om.. jawab Mila.

Pantes masih imut banget. Kamu sekolah? ujarku sambil meletakan laptop di atas kasur dan mulai mencari celah terhadap remaja belia di pangkuanku ini.

Iya.. SMP…

Orang tua kamu tau kamu di sini? sambil aku mengelus lembut paha Mila yang masih mengenakan celana jeans ketat.

Papah udah meninggal Om.. Mamah Mila jadi TKW di luar negeri. Jawab Mila polos.

Oh.. Papah kamu sakit?

Iya Om.. aku juga belum pernah ngeliat papah, soalnya papah meninggal pas Mila masih bayi. Jawab Mila murung.

Aku pun mengambil kesempatan untuk mengusap pipi lembut remaja belia tesebut. Maafin Om yah.. kamu jadi ingat papah kamu, hiburku.

Iya gak apa-apa. Jawab Mila sambil mengangguk dengan imutnya, membuatku semakin harus berusaha sabar menahan birahi yang kian bergejolak.

Hmm.. kamu masih baru yah nemenin orang kaya gini?

Iya Om.. jadi aku masih bingung mau ngapain, biasanya sih langsung aja mereka minta main. Jawab remaja tersebut polos.

Masih malu yah? hehe.. ledekku sambil mencolek pipi Mila.

Mila pun mengangguk dan merasakan sesuatu mulai mengeras dan mulai menyundul-nyundul pantatnya yang berada di pangkuanku. Aku berusaha untuk bertahan, bagaimanapun lembutnya pantat Mila yang sedari tadi menekan selangkanganku membuat kontolku mulai bereaksi.

Om.. itunya berdiri yah? tanya Mila dengan polosnya.

Eh.. iya.. maaf.. gak apa-apa kan? ujarku sambil mulai melingkarkan tanganku di tubuh mungil Mila.

Gak apa-apa kok.. Om mau sekarang? jawab Mila yang hendak bangkit dari pangkuanku.

Dengan sigap aku pun menahan tubuh Mila agar tetap di pangkuanku. Tadi kan Om bilang lagi belum mau..

Tapi punya Om udah keras nih.. ucap Mila lugu sambil menggoyang-goyangkan pantatnya untuk memastikan apa yang sedari tadi menyundul-nyundul pantatnya.

Kamu udah pinter nih kayanya.. ledekku..

Iiiihh.. apaan sih Om.. balas Mila sambil menepuk pelan tanganku yang melingkar di perutnya.

Hahaha.. jangan malu-malu kalo sama Om, ini nya udah sering di masukin yah? ujarku sambil mengelus selangkangan Mila dari luar celana jeans.

Iiiiihh.. Om mulai resek deh. Ujar Mila sambil menepuk tanganku yang mengusap selangkangannya, tanpa berani menyingkirkan tanganku.

Emang Mila gak suka memeknya di masukin kontol? bisikku yang mulai berkata vulgar sambil terus mengusap selangkangan Mila.

Sakit tau Om.. malah kadang sampai seminggu punya aku perihnya gak ilang-ilang, ujar Mila dengan polos yang membuatku membayangkan lubang memek Mila yang sempit dimasuki kontol-kontol para pelanggannya. Bahkan ada sedikit penyesalan karena tidak sempat mencicipi keperawanan Mila.

Perlahan-lahan tangan aku pun mulai mengelus payudara mungil Mila yang masih tertutup kaos dan BH. Berarti ininya juga udah sering di pegang cowok dong? tanyaku membuat wajah Mila mulai berubah merah padam.

I.. iya Om.. bukan di pegang lagi, tapi diremes sama diisep. Sakit banget.. mereka suka ngeremes nenen aku seenaknya aja, ucap Mila dengan ekspresi menggemaskan seperti sedang mengadukan suatu hal kepada orang tuanya. Hal tersebut tentu saja membuatku tidak kuasa menahan birahiku. Elusan tanganku mulai berubah menjadi remasan lembut di payudara mungil Mila, sedangkan remaja belia tersebut hanya terdiam sambil menatap kedua payudaranya yang sedang diremas oleh tanganku.

Harum tubuh Mila yang khas, membuatku mulai menciumi leher Mila. Membuat Remaja mungil tersebut bergidik menahan geli akibat kumisku yang menusuk-nusuk kulit lehernya.

Aku yang semakin terbawa hawa nafsu untuk menikmati tubuh mungil tersebut, mulai memposisikan tubuh Mila agar terlentang di atas kasur. Kupandanginya wajah polos Mila sekali lagi. Sayang.. Om gak tahan, kita main sekarang yuk? tanyaku lembut.

Mila pun hanya mengangguk kecil menatap wajahku yang kini siap meniban tubuhnya. Dan tanpa menunggu lagi aku mulai mendekatkan wajahnya dan mulai melumat bibir mungilnya. Walaupun Mila belum bisa mengimbangi ciumanku, namun wangi nafas dari mulut Mila membuatku begitu terbuai.

Setelah cukup lama melumat bibir lembut remaja belia tersebut, aku pun menarik kepalanya dan kembali menatap wajah Mila yang terlihat pasrah dengan bibir yang belepotan air liurku. Kamu buka baju dulu yah sayang?

Setelah Mila kembali mengangguk pasrah, aku pun mulai membantu remaja belia tersebut melepaskan kaos dan celana jeans yang ia kenakan. Kini tinggal lah sebuah BH dan celana dalam bermotif lucu yang menutupi tubuh setengah telanjangnya.

Sembari membiarkan Mila sibuk membuka BH kecil yang ia kenakan, aku pun menikmati dengan menatap tubuh belia Mila yang mulus tanpa cacat sedikitpun.

Dan akhirnya terpampanglah payudara Mila yang masih imut dengan puting yang masih mungil khas remaja belia. Belum sempat Mila melepaskan celana dalamnya, aku langsung menyerang dengan meremas dan menghisap gemas puting mungilnya. Mila meringis kesakitan karena remasan dan isapanku yang kasar. Akkhh.. rintih Mila sambil meremas kasur dan menahan rasa sakit di payudaranya karena sesekali gigiku mengigit gemas puting mungilnya.

Eh.. maaf sayang.. sakit yah..? aku pun menghentikan aksiku dan menatap wajah Mila yang meringis kesakitan.

Iya.. dikit.. tapi gak apa-apa kok Om aku udah biasa.. Balas Mila tidak ingin pria dihadapannya kecewa.

Maaf sayang.. tadi Om gemes.. Sakit banget yah..? Tanyaku sambil mengusap lembut puting Mila dengan jari telunjuk.

Belum sempat Mila membalas ucapanku, bibir mungil Mila kembali kulumat dengan ganas. Kembali tanganku mulai bermain dengan payudara Mila, namun kali ini remasanku lebih lembut dan membuat Mila kembali terbujur pasrah menerima lumatan bibirku dan remasan yang diselingi usapan di puting payudaranya.

Tanganku yang satunya pun tidak tinggal diam, perlahan-lahan tangan tersebut mulai membelai perut rata Mila dan terus turun ke arah selangkangan Mila yang masih tertutup celana dalam.

Dengan lihai tanganku mulai menyusup ke dalam celana dalam Mila. Dan tiba-tiba saja aku menghentikan semua aksiku. Ke.. kenapa Om? tanya Mila heran karena dengan tiba-tiba aku menghentikan cumbuanku.

Sayang.. ternyata memek kamu sama sekali tidak berbulu.. Ledekku kepada Mila.

Iiih.. malu tau.. rengek Mila sambil tangan mungilnya memukul pelan dadaku.

Dengan cepat aku pun langsung bangkit dan duduk di hadapan selangkangan Mila. Mila pun menjadi kebingungan. Om mau ngapain? tanya Mila polos.

Tanpa menjawab pertanyaan Mila, aku mulai meraih pinggir celana dalam Mila dan mulai melorotkannya. Aku pun terpesona ketika celana dalam Mila terlepas, memperlihatkan memeknya yang gemuk dan mulus tanpa bulu sehelai pun.

Om.. ja.. jangan.. jijik.. ucap Mila panik ketika aku mulai membenamkan wajahku di selangkangan Mila yang mengangkang.

Awhh.. Om.. Jorok tau.. Awhh..gelii.. Om.. memek Mila geli.. wajah panik Mila perlahan-lahan berubah menjadi desahan ketika lidahku mulai bermain di memeknya.

Memek Mila ternyata memang sangat rapat, bahkan aku yang hendak menjilat klitoris Mila, membutuhkan bantuan kedua tangannya untuk membuka bibir memeknya yang gemuk.

Setelah puas menjilati memek mungil Mila, aku pun sudah tidak kuasa lagi menahan hasrat untuk merasakan memek tersebut menjepit kontolku. Dengan cepat aku langsung membuka celanaku, membuat kontolku yang sudah ereksi maksimal mengacung kearah selangkangan Mila.

Om.. kontolnya gede banget.. jerit Mila ketakutan. Mila memang belum pernah melihat kontol sebesar dan sepanjang milikku. Hal ini membuatnya khawatir kalau kontol tersebut tidak akan muat di memeknya yang mungil.

Tahan yah sayang.. Om pelan-pelan kok.. bujukku yang mulai mengarahkan kepala kontolku ke bibir memeknya Mila.

Om.. Om.. Muat gak? punya Om gede banget.. ujar Mila ketakutan saat merasakan kepala kontolku yang besar mulai menyentuh bibir memeknya.

Sebenarnya aku pun tidak yakin kalau kontolku yang besar bisa masuk ke lubang memek Mila yang terlihat sangat mungil dan rapat.

Om.. Om.. pelan-pelan. Awwhh..  jerit Mila ketika merasakan sesuatu yang besar tengah berusaha merobek memeknya.

Tahan sedikit yah.. ini sudah mau masuk kok. Ujarku sambil terus berusaha memaksakan kontolku masuk kememeknya Mila.

Ternyata memang sulit, bahkan dalam keadaan sudah basah dan dengan penis yang sudah sangat mengeras. Aku pun merasa kesulitan menembus memeknya Mila. Awh.. awhh.. Om.. sak.. sakiit.. Awwhh.. jerit Mila ketika kepala kontolku mulai masuk ke dalam lubang memeknya.

Dengan perlahan-lahan kumasukan kontolku. Mila mengerang dan menjerit ketika kontolku mulai tertelan lubang sempitnya Mila yang seret dan hangat.

Walau terus memaksa untuk masuk, kontolku seperti tertahan oleh dinding memek Mila yang sangat sempit. Semakin aku memaksa masuk semakin sempit pula dinding memek tersebut.

Awhhhhh.. Om.. udah.. udaaahh.. periiihh.. periiihh..  Awhhhhh.. jerit Mila sekuat tenaga sambil meremas kencang kasur.

Melihat Mila yang semakin kesakitan, aku pun kembali mencabut kontolku. Ku usap dengan perlahan rambut remaja belia yang kini berlinang air mata menahan perih. Sempit banget.. kamu harus rileks yah sayang biar gak sakit. Om kepingin banget nih.. Rayuku yang sudah tidak bisa mundur lagi.

hiks.. hiks.. ta.. tapi pelan-pelan yah Om.. hiks.. hiks.. ucap Mila yang sadar akan keharusannya melayani nafsu pria yang telah membayarnya mahal tersebut.

Aku sendiri tidak habis fikir bagaimana memek Mila bisa begitu sempit hingga seperti perawan. Setelah melihat Mila sudah sedikit tenang, aku pun kembali mencumbu gadis belia tersebut dengan kecupan lembut dibibir dan mulai memberikan rangsangan pada payudara mungilnya. Sementara tanganku yang satunya mulai membelai lembut bibir memek Mila dan menggelitik klitoris gadis belia tersebut.

Aku tak mau buru-buru seperti sebelumnya, aku pun mulai memasukan jari tengahku ke dalam lubang memek Mila yang mulai kembali basah. Kocokan demi kocokan jariku membuat birahi remaja belia itu kembali bangkit dan memeknya semakin dibanjiri cairan.

Setelah merasa memek Mila semakin basah, kumasukan satu jari lagi untuk membelah lubang sempit di selangkangan Mila. Dengan perlahan kukocokan dua jariku di lubang Memeknya dan desahan demi desahan mulai keluar dari bibir mungilnya Mila.

Emmhh.. Om.. coba masukin sekarang. Aawwhh.. ucap Mila diselingi desahan.

Tahan yah sayang, ucapku sambil mulai mencoba memasukan kepala kontolku ke memek Mila.

Aaakkhh.. Mila pun kembali meringis merasakan kontol besarku mulai menerobos masuk.

Tapi kali ini perlahan namun pasti, memek mungil tersebut mulai menelan batang kontolku. Sleeepp.. akhirnya aku berhasil memasukan kontolku seutuhnya.

Aaaawwhh.. Om.. ahh.. desah Mila tidak karuan saat memeknya di penuhi kerasnya kontolku.

Kudiamkan sejenak agar memeknya Mila terbiasa dengan kontolku, sembari merasakan nikmat ketika kontolku seperti diremas-remas oleh dinding memek Mila yang basah dan sempit ini.

Setelah membiarkan kontolku berdiam beberapa saat di memeknya Mila, aku pun mulai menggerakan pinggulku secara perlahan. Gila nikmat banget memek remaja belia, emang sempit banget batinku ketika merasakan gesekan dinding memek Mila yang seperti meremas kontolku.

Akkhh.. Om.. enak.. memek aku diapain Om? kok enak.. eemmpphhh.. Desah Mila mulai menikmati percumbuan beda generasi tersebut.

Memek kamu sempit banget sayang..

Empphh.. akkhh iya.. kontol Om juga gede banget.. terus Om.. enak banget..

Remas nenen kamu sayang.. iya gitu.. remes yang kenceng perintahku agar Mila meremas payudaranya sendiri.

AWwwh… Om.. dalem bangeeeeettt.. awwwhh.. rintih Mila ketika merasakan sodokan kontolku yang semakin dalam.

Buka yang lebar paha kamu sayang.. Om mau ngocok lebih cepat..

Aaaaaawwwh.. Om.. ngilu.. Pelan-pelan Om.. aaaaakkhhh..

Enak banget memek kamu Mila. Hah.. hah.. hah.. desahan nafasku yang semakin memburu. Aku bersusah payah berusaha menahan orgasme agar lebih lama namun memeknya Mila yang sempit membuatku kewalahan. Aku bukanlah orang yang egois jadi aku juga ingin remaja belia yang sedang kugenjot ini juga merasakan nikmatnya orgasme.

Sayang bangun.. gantian sayang yang diatas yah perintahku agar Mila berpindah posisi dengan kemaluan kita yang masih menyatu.

Aku gak bisa Om.. jawab Mila yang kini tubuh mungilnya sudah berada diatasku.

Gerakin pinggul kamu naik turun aja sayang. Iya.. gitu sayang.. pinter.. aaahh.. nikmat banget memek kamu sayang. Ujarku sambil mengarahkan agar Mila memompa tubuhnya.

Mila semakin bernafsu dan secara naluri mencari posisi sendiri demi mengejar kenikmatan yang seolah-olah tiada berujung tersebut. Kini memek mungilnya telah leluasa dikobok-kobok oleh kontolku. Aku pun semakin kewalahan untuk menahan orgasmeku yang terasa sudah di ujung. Bagaimana tidak, selain merasakan jepitan memeknya Mila, pemandangan garis belia penuh keringat yang kini sedang naik turun di atas tubuhku membuat birahiku serasa ingin meledak. Ditambah lagi wajah Mila yang sedang mengerang keenakan dengan mata yang sayu.

Om.. aaahhh.. Om.. aakhhh.. jerit Mila dengan tubuh yang mulai gemetar.

Aku tahu kalau remaja belia tersebut hendak mencapai orgasmenya, langsung saja kupeluk tubuh mungilnya Mila, dan mulai mengambil alih dengan gantian menggerakan pinggulku menyodok-nyodokan memeknya Mila. Iya.. lepasin sayang.. Om juga mau keluar. Hah.. hah.. hah.. Makin kupercepat sodokan kontolku.

Aaarrgggghhhhh.. remaja belia 15 tahun ini pun mendesah panjang diikuti tubuh yang gemetar. Tanpa memperdulikan memek Mila yang lagi sensitif seusai orgasme, kupompa dan terus kugenjot kontolku untuk mengejar orgasmeku sampai membuat Mila kembali menjerit-jerit.

Setelah merasakan orgasmeku akan sampai, langsung buru-buru kugulingkan tubuhnya dan dengan cepat kucabut kontol besarku dan Croooott.. crooott.. croot.. kusemburkan spermaku di perutnya Mila.

Seketika itu pun aku langsung ambruk di samping Mila sambil berusaha mengatur nafas. Kubelai pipi Mila yang kini juga masih terengah-engah. Makasih yah Sayang.. bisikku ditengah nafasku yang tidak beraturan.

Iya Om.. jawab remaja belia itu dengan polosnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *